Ekonomi

Dominasi PSA dalam Industri Penilaian Kartu Pokémon

Dominasi PSA dalam Industri Penilaian Kartu Pokémon
Daftar Isi
  1. Nilai Jual Kembali yang Tinggi Jadi Daya Tarik
  2. Penumpukan Jutaan Kartu dan Peran Standar Industri
  3. Gurita Bisnis Kolektibel dan Sorotan Hukum
  4. Dampak Naik Tarif bagi Penjual dan Tantangan Alternatif

Pasar kartu koleksi seperti Pokémon dan kartu olahraga antik kini semakin diminati sebagai investasi alternatif. Di tengah tingginya permintaan tersebut, perusahaan pemeringkat Professional Sports Authenticator (PSA) terus memimpin industri penilaian keaslian dan kondisi kartu, meskipun harus bergelut dengan penumpukan jutaan pesanan.

Nilai Jual Kembali yang Tinggi Jadi Daya Tarik

Proses penilaian atau grading bertujuan memverifikasi keaslian serta menentukan kualitas kondisi kartu sebelum disegel dalam kemasan pelindung berbahan plastik keras. Hasil penilaian PSA amat menentukan harga kartu di pasar sekunder, sehingga banyak pemilik kartu bersedia menunggu lama daripada beralih ke penyedia jasa pesaing.

Pendiri sekaligus Chief Executive Officer CardsHQ, Geoff Wilson, menjelaskan bahwa motivasi utama para pengumpul kartu berpatokan pada harga jual kembali. Ia menuturkan kepada CNBC bahwa kartu berlabel PSA umumnya memperoleh harga jual lebih tinggi dibandingkan kartu dengan nilai setara dari pesaingnya.

Perbedaan harga tersebut cukup signifikan. Berdasarkan penelusuran CNBC terhadap data PriceCharting, sebuah kartu Charizard Base Set tahun 1999 dengan nilai PSA 9 terjual seharga kira-kira 3.440 dolar AS di platform eBay pada 29 September. Pada hari yang sama, kartu serupa yang dinilai CGC 9 hanya laku sekitar 1.890 dolar AS.

Tingginya nilai jual kartu berlabel PSA membuat keputusan perusahaan terkait tarif dan ketentuan penyerahan kartu berdampak besar pada pasar. Hingga artikel dipublikasikan, PSA belum merespons pertanyaan rinci dari CNBC. Namun dalam pernyataan resminya, PSA menyatakan bahwa pembatasan layanan dilakukan karena volume permintaan melebihi kapasitas operasional, sembari terus berinvestasi memperbesar kapasitas layanan.

Penumpukan Jutaan Kartu dan Peran Standar Industri

Per 20 Oktober, PSA mencatat tumpukan pesanan mencapai 7,2 juta item, berkurang dari angka 12,4 juta item pada bulan Juli. Untuk mengatasi masalah tersebut, PSA sempat menghentikan sementara layanan bertarif murah pada Juni sebelum membukanya kembali pada 29 Oktober.

Skala penilaian PSA menggunakan rentang angka 1 hingga 10, dengan tingkatan tertinggi Gem Mint 10 yang diperuntukkan bagi kartu yang dinilai hampir sempurna. Seorang juru bicara penyedia jasa penyerahan kartu asal Singapura, Oxley Grading, menuturkan kepada CNBC bahwa PSA dipandang sebagai standar industri berkat kehadiran lebih awal, kekuatan merek, dan rekam jejak penjualan yang luas.

Perwakilan Oxley Grading memperkirakan sekitar 90 persen kartu bernilai yang ditawarkan kepada mereka mengantongi label PSA. Kondisi ini menciptakan lingkaran yang saling memperkuat: pembeli berburu kartu berlabel PSA, yang kemudian mendorong penjual untuk terus menggunakan jasa perusahaan tersebut.

Gurita Bisnis Kolektibel dan Sorotan Hukum

PSA beroperasi di bawah naungan induk perusahaan bernama Collectors. Gurita bisnis ini juga menguasai kompetitor pemeringkat lain seperti Beckett dan SGC, platform data harga Card Ladder, layanan penyimpanan PSA Vault, serta penyedia jasa keuangan. Integrasi ini memungkinkan Collectors menguasai rantai komersial kartu mulai dari penilaian, penentuan harga, penyimpanan, hingga penjualan melalui kemitraan dengan eBay.

Data lembaga analisis GemRate menunjukkan bahwa tiga merek di bawah Collectors menguasai sekitar 71 persen volume pemeringkatan kartu pada Agustus. PSA mendominasi sekitar 65 persen pasar, sedangkan pesaing terdekatnya, CGC, memegang sekitar 28 persen.

Konsolidasi ini menuai tuduhan monopoli. Gugatan kelompok yang diajukan pada April menuding pengambilalihan SGC dan Beckett oleh Collectors telah mengurangi persaingan secara tidak sah. Tuduhan tersebut belum terbukti di pengadilan. Collectors membela akuisisi tersebut dengan alasan untuk memperkuat merek yang dipercaya publik serta menjaga opsi bagi para kolektor. “We believe that strong, well-supported brands help grow access to the hobby,” kata CEO Collectors Nat Turner dalam pengumuman akuisisi tahun 2025.

Dampak Naik Tarif bagi Penjual dan Tantangan Alternatif

Ketergantungan pasar pada PSA membawa dampak ekonomi bagi penjual ketika terjadi perubahan tarif. Pada Februari, PSA menaikkan biaya untuk beberapa kategori, seperti Value Bulk dari 21,99 dolar AS menjadi 24,99 dolar AS serta Value dari 27,99 dolar AS menjadi 32,99 dolar AS, di samping memperpanjang estimasi waktu pengerjaan.

Wilson menyampaikan kepada CNBC bahwa penyesuaian tarif dan pembatasan opsi murah menyulitkan pedagang yang membeli kartu tanpa nilai untuk dinilai lalu dijual kembali. Strategi tersebut makin sulit menguntungkan untuk kartu bernilai rendah di bawah beberapa ratus dolar AS.

Dalam pembaruan informasi tanggal 28 Oktober, PSA menyebutkan bahwa penerimaan kartu pada April dan Mei melonjak 2,5 kali lipat dari periode yang sama tahun sebelumnya. Presiden PSA dan Grading di Collectors, Ryan Hoge, menyatakan dalam siaran pers, “We have added an incredible amount of capacity, but we still have work to do.”

Di sisi lain, konsumen luar negeri menghadapi kendala teknis karena sebagian besar perusahaan penilai berpusat di Amerika Serikat. Manajer Operasional platform TCG Marketplace, Amber Chuah, menjelaskan kepada CNBC bahwa keluhan terbanyak berkaitan dengan lamanya masa tunggu serta kekecewaan atas nilai kartu yang lebih rendah dari perkiraan.

Meskipun terdapat pesaing seperti CGC, Beckett, dan TAG, pengalihan dominasi pasar sekunder memerlukan waktu dan investasi besar. Wilson menegaskan bahwa perubahan kondisi pasar baru akan terjadi apabila para pembeli mulai memberikan penghargaan harga yang setara terhadap hasil penilaian dari perusahaan pesaing.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *