Dunia

Kota di AS Ubah Bekas Jalan Tol Jadi Ruang Terbuka Hijau

Kota di AS Ubah Bekas Jalan Tol Jadi Ruang Terbuka Hijau

Kawasan West Lancaster Boulevard di California, Amerika Serikat, yang sebelumnya merupakan bagian dari jalan tol, telah disulap menjadi kawasan pejalan kaki yang rindang. Proyek revitalisasi yang dimulai pada 2010 ini berhasil mengubah jalur padat kendaraan menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi warga.

Transformasi Ruang dan Dampak Ekonomi

Pemerintah Kota Lancaster menggelontorkan dana sebesar 11,5 juta dolar Amerika Serikat untuk mengubah jalan raya lima jalur tersebut menjadi kawasan yang ramah pejalan kaki dengan deretan pepohonan di tengahnya. Proyek ini diinisiasi oleh badan peremajaan kota dengan mengganti tiga lajur tengah menjadi ruang terbuka hijau bergaya rambla.

Kawasan yang kini dikenal sebagai The BLVD tersebut menaungi sekitar 250 usaha publik dan swasta, mulai dari bank, restoran, toko tato, hingga museum dan pusat seni pertunjukan. Berdasarkan data pemerintah kota, dalam kurun waktu empat tahun setelah proyek rampung, kawasan ini mampu menghasilkan nilai ekonomi lebih dari 270 juta dolar Amerika Serikat, menarik investasi senilai 130 juta dolar Amerika Serikat, serta memicu pembangunan ratusan unit hunian baru.

Manfaat Sosial bagi Warga Setempat

Perubahan tata kota ini turut dirasakan oleh pengelola perpustakaan umum Lancaster, John Elford. Menurutnya, meski sempat memicu protes warga saat proses konstruksi, perpustakaan kini menjadi ruang bersama yang inklusif di mana pengunjung kerap menghabiskan waktu berlama-lama untuk membaca.

Para pelaku usaha dan pemilik properti di kawasan tersebut juga membentuk Asosiasi BLVD pada 2013 guna mengelola dan mempromosikan area itu dengan dukungan dana pajak kota. Nicole Stevens, pemilik usaha di kawasan tersebut, mengatakan bahwa penataan ulang ini berhasil mendekatkan para pelaku usaha kecil dengan masyarakat dan keluarga.

Pemerintah setempat juga mendirikan sebuah museum di The BLVD pada 2012 untuk menampilkan sejarah serta seni budaya lokal Antelope Valley. Kim Calderwood selaku manajer program seni museum menjelaskan bahwa kawasan tersebut kini menjadi pusat aktivitas warga muda, mulai dari pasar petani, pertunjukan musik, hingga kelas seni menggambar.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *