Daftar Isi
Regulator di Inggris memberikan waktu enam minggu kepada perusahaan air South West Water untuk menyusun rencana aksi penanganan kebocoran. Peringatan ini disampaikan karena kegagalan berulang dalam memperbaiki pipa bocor dinilai mengancam pasokan air bagi pelanggan di tengah kondisi kekeringan parah.
Ancaman Kekeringan dan Masalah Kebocoran
Dalam surat peringatan bersama yang dikirimkan oleh Ofwat, Badan Lingkungan Hidup (Environment Agency), dan Departemen Lingkungan Hidup, Pangan dan Urusan Pedesaan (Defra), disebutkan bahwa perusahaan swasta yang melayani 1,8 juta penduduk di barat daya Inggris tersebut gagal memenuhi target pengurangan kebocoran selama tujuh tahun berturut-turut. Tingkat kebocoran tercatat 18,5 persen di atas perkiraan dan terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
South West Water kehilangan 113,5 juta liter air setiap harinya dari pipa dan infrastruktur mereka, yang setara dengan 45 kolam renang Olimpiade. Angka kebocoran ini meningkat 5,7 juta liter per hari dari tahun sebelumnya. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap keamanan pasokan air bagi pelanggan, terutama saat sekitar 82 persen wilayah Inggris masih berada dalam status kekeringan dan kekeringan parah melanda sebagian wilayah Devon, Cornwall, Dorset, Somerset, East Sussex, serta West Sussex.
Dampak Terhadap Warga dan Lingkungan
Dampak kekeringan berkepanjangan dan masalah kebocoran ini memengaruhi sekitar 325.000 jiwa serta ribuan pelaku usaha di Exeter, serta wilayah tengah dan timur Devon. Mereka menghadapi risiko pemotongan pasokan air secara berkala dalam beberapa pekan dan bulan ke depan, yang berpotensi memicu penutupan sekolah serta kerugian ekonomi.
South West Water telah mengirimkan surat kepada rumah tangga di daerah-daerah tersebut untuk meminta penghematan penggunaan air, meski perusahaan tidak mengakui kontribusi tingkat kebocoran mereka sendiri terhadap risiko gangguan pasokan. Tingkat volume air di sejumlah waduk terpantau sangat rendah menyusul periode April hingga September yang tercatat paling kering dalam lebih dari satu abad akibat krisis iklim.
Cadangan air di Waduk Wimbleball saat ini hanya berada di angka 16 persen. Kegagalan mengatasi kebocoran juga menurunkan keyakinan publik terhadap kemampuan perusahaan dalam mengamankan pasokan dan menghindari pengambilan air darurat dari sungai yang dapat memicu kerusakan lingkungan.
Tanggapan Pejabat Lokal dan Perusahaan
Pemimpin Dewan Kabupaten Devon, Julian Brazil, menyatakan bahwa warga dan pelaku usaha diminta berhemat sementara perusahaan gagal menjalankan kewajibannya dalam menangani kebocoran. Ia menilai krisis ini telah berlangsung selama puluhan tahun di tengah tagihan air yang tinggi bagi pelanggan di wilayah tersebut, sementara perusahaan terus membagikan dividen kepada para pemegang saham.
Peringatan kepada South West Water ini bersamaan dengan pengumuman pemerintah mengenai pembentukan delapan dewan air regional baru untuk mempertemukan para pemimpin lokal, pelanggan, dan dunia usaha dalam menentukan prioritas investasi infrastruktur air dan banjir. Para pemimpin daerah diminta menyerahkan proposal pengelolaan badan baru tersebut sebelum akhir tahun.
Direktur Program Kekeringan South West Water, Richard Stanbrook, mengatakan curah hujan baru-baru ini memberikan dampak positif bagi sumber daya air setelah bulan-bulan yang sangat kering. Namun, ia mengakui tekanan terhadap pasokan masih signifikan dan dibutuhkan hujan berkelanjutan di lokasi yang tepat untuk memulihkan sungai serta waduk.
Pihak perusahaan menyatakan terus melakukan perbaikan kebocoran, memindahkan pasokan air di dalam jaringan, serta mengambil langkah praktis guna memperkuat pasokan dan menekan kehilangan air. Berdasarkan surat dari regulator, South West Water wajib melaporkan rencana aksi penanganan kebocoran dalam batas waktu enam minggu.
Sumber: Environment | The Guardian








