Teknologi

5 Barang Elektronik Ini Bisa Picu Pemeriksaan Ketat TSA

5 Barang Elektronik Ini Bisa Picu Pemeriksaan Ketat TSA
Daftar Isi
  1. Baterai Lithium dan Power Bank di Atas 100 Watt-Hour
  2. Rokok Elektrik, Vape, dan Penunjuk Laser
  3. Koper Pintar dan Tas Bermotor
  4. Sikat Gigi Elektrik
  5. Ponsel Pintar dan Gawai Lainnya

Beberapa jenis perangkat elektronik ternyata dapat memicu kecurigaan petugas keamanan bandara Transportation Security Administration (TSA). Mengetahui aturan membawa berbagai gawai dan komponen bertenaga baterai sebelum bepergian dapat membantu penumpang menghindari pemeriksaan tambahan di pos keamanan, seperti dilaporkan oleh situs teknologi Engadget.

Baterai Lithium dan Power Bank di Atas 100 Watt-Hour

Sebagian besar power bank tidak melebihi batas 100 watt-hour (Wh) dan wajib dibawa di dalam tas kabin bersama perangkat dengan baterai bawaan seperti kamera, laptop, tablet, serta jam tangan pintar. Pengecualian hanya berlaku untuk power bank berdaya sangat tinggi untuk laptop, meski banyak di antaranya yang sudah memenuhi batasan tersebut, seperti Anker Power Bank 25K yang berkapasitas 90Wh dan memiliki label disetujui untuk penerbangan.

Penumpang disarankan memeriksa spesifikasi power bank untuk mengetahui nilai watt-hour atau menghitungnya menggunakan rumus mAh dikali voltase dibagi 1.000. Alasan utama aturan ini adalah potensi baterai lithium mengalami panas berlebih yang dapat memicu kebakaran jika disimpan di bagasi tercatat. Sementara itu, baterai lithium-ion cadangan atau peralatan AV profesional di atas 100Wh hanya diizinkan di bagasi kabin dalam kondisi khusus dengan persetujuan maskapai dan dibatasi maksimal dua buah per orang.

Untuk baterai logam lithium non-rechargeable seperti baterai AA, batas yang diterima adalah hingga dua gram kandungan lithium per baterai. Penumpang disarankan tetap menyimpannya dalam kemasan asli atau membelinya langsung di tempat tujuan untuk menghindari kerumitan.

Rokok Elektrik, Vape, dan Penunjuk Laser

Rokok elektrik serta vape wajib dimasukkan ke dalam tas kabin dan dilarang keras berada di dalam bagasi tercatat. Southwest Airlines mencatat bahwa penumpang hanya boleh membawa maksimal dua buah per orang serta dilarang mengisi daya atau menggunakannya selama di pesawat. Walaupun tidak harus dikeluarkan dari tas saat pemeriksaan TSA, gawai tersebut tetap berpotensi memicu perhatian khusus dari petugas.

Aturan serupa berlaku untuk gawai berukuran kecil lainnya seperti pena laser atau penunjuk laser. Sebagian besar maskapai mengizinkannya, namun beberapa maskapai memiliki aturan lebih ketat seperti Air Canada yang melarang penunjuk laser di kabin dan mewajibkannya masuk ke bagasi tercatat.

Koper Pintar dan Tas Bermotor

Koper pintar yang dilengkapi pengisi daya terintegrasi, pelacak GPS, atau kunci Bluetooth tunduk pada aturan baterai lithium. Apabila koper tersebut dimasukkan ke bagasi tercatat, baterainya harus dilepas terlebih dahulu untuk mencegah risiko kebakaran. Jika dibawa ke kabin, koper tersebut diperbolehkan selama pengisi daya memenuhi ambang batas baterai lithium.

Koper dengan baterai yang tidak bisa dilepas akan menjadi masalah di pos pemeriksaan keamanan. Terkait alat pelacak seperti Apple AirTag, baterainya tidak boleh melebihi 0,3 gram logam lithium atau 2,7 Wh lithium-ion. Sementara itu, untuk papan seluncur listrik, hoverboard, atau koper bermotor, aturannya sangat bervariasi dan sebagian besar maskapai seperti American Airlines, Delta Airlines, serta Air Canada melarang keberadaannya di pesawat.

Sikat Gigi Elektrik

Sikat gigi elektrik berukuran premium yang dilengkapi wadah perjalanan wajib dibawa ke dalam bagasi kabin karena memiliki komponen baterai. Keuntungannya, perangkat ini dapat digunakan selama penerbangan jarak jauh atau di bandara sebelum naik pesawat maupun sesudah tiba.

Meski diizinkan, sikat gigi elektrik atau perangkat portabel lain seperti alat pijat dapat memicu pemeriksaan lanjutan dari TSA apabila tidak dimatikan dengan benar. Suara dengungan atau getaran akibat perangkat yang menyala secara tidak sengaja di dalam tas dapat membuat petugas melakukan peninjauan lebih dekat, sehingga penumpang diimbau memastikan perangkat benar-benar dalam keadaan mati sebelum dimasukkan ke dalam wadah pemindai.

Ponsel Pintar dan Gawai Lainnya

Satu-satunya ponsel pintar yang dilarang di semua penerbangan, baik bagasi kabin maupun tercatat, adalah Samsung Galaxy Note 7 yang diluncurkan pada 2016 akibat masalah bahaya kebakaran. Untuk ponsel lainnya, petugas TSA umumnya akan meminta penumpang mengeluarkan perangkat tersebut dari tas untuk diletakkan di dalam wadah pemindai bersama tablet, laptop, dan konsol game portabel.

Berdasarkan aturan tahun 2014, petugas keamanan juga berhak meminta penumpang menyalakan perangkat elektronik guna memastikan fungsinya berjalan normal, sehingga kondisi baterai dipastikan tidak boleh habis total. Penumpang dianjurkan untuk selalu mematuhi instruksi petugas apabila diminta mengeluarkan gawai atau perangkat teknologi tertentu dari saku maupun tas selama proses pemindaian.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *