Dunia

Mediator Qatar Gelar Perundingan untuk AS dan Iran

Mediator Qatar Gelar Perundingan untuk AS dan Iran
Daftar Isi
  1. Upaya Mencegah Kembalinya Serangan
  2. Kesepakatan Sebelumnya dan Sikap Washington
  3. Tanggapan Pihak Iran

Para mediator asal Qatar menggelar perundingan dengan sejumlah pejabat Iran guna mengupayakan dimulainya kembali dialog langsung antara Washington dan Teheran, menurut seorang sumber resmi yang mengetahui jalannya diskusi tersebut. Pertemuan maraton ini berlangsung di Teheran pada hari Jumat (27/10) dan memakan waktu lebih dari dua belas jam.

Upaya Mencegah Kembalinya Serangan

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya itu, perundingan tersebut bertujuan mencapai kesepakatan untuk menghindari potensi kembalinya serangan pimpinan Amerika Serikat terhadap Iran selepas pemilu paruh waktu Amerika Serikat. Situs berita Axios menjadi yang pertama melaporkan rangkaian perundingan ini, yang dijadwalkan berlanjut di ibu kota Qatar, Doha, pada hari Sabtu.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa tidak ada rencana untuk melakukan pertemuan dengan para pejabat Amerika Serikat. Seperti dilansir media asal Qatar, Al Jazeera, Araghchi menyebutkan bahwa sebuah delegasi Iran telah bertolak ke Qatar untuk menemui pihak mediator.

Araghchi menegaskan bahwa berbagai kabar yang beredar mengenai pertemuan langsung tersebut hanyalah spekulasi media belaka.

Kesepakatan Sebelumnya dan Sikap Washington

Sebelumnya, sebuah kesepakatan awal sempat ditandatangani pada tanggal 17 Juni antara Amerika Serikat dan Iran guna menghentikan pertempuran yang meletus pada tanggal 28 Februari akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah sasaran di Iran. Akan tetapi, kesepakatan tersebut runtuh beberapa pekan kemudian.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengulangi pernyataannya bahwa perang dengan Iran akan usai kapan pun ia menghendakinya. Trump mengutarakan bahwa proses tersebut dapat berjalan sangat cepat, tetapi harus diselesaikan secara tepat dengan pernyataan tegas bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

Serangan terkonfirmasi terakhir oleh Amerika Serikat terhadap Iran terjadi pada tanggal 1 Juli. Trump sebelumnya juga membuka peluang bahwa serangan militer terhadap Iran dapat dilanjutkan setelah pemilu paruh waktu yang dijadwalkan pada hari Selasa.

Tanggapan Pihak Iran

Menanggapi potensi serangan lanjutan, Teheran menyatakan telah menyiapkan respons militer. Sebuah pernyataan yang diunggah melalui akun Telegram Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei pada hari Sabtu menegaskan bahwa setiap tingkat atau jenis ancaman harus dibalas dengan tanggapan langsung, berdampak, dan tanpa batasan wilayah.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *