Legenda sepak bola Portugal, Cristiano Ronaldo, resmi mengumumkan pensiun dari tim nasional setelah 23 tahun berkarier. Keputusan ini diambil di tengah perselisihan dengan pelatih Jorge Jesus yang berujung pada sanksi disipliner bagi pemain berusia 41 tahun tersebut.
Akhir Karier yang Pahit
Menurut laporan BBC News, Ronaldo dijatuhi denda sebesar 255 euro dan sanksi larangan bermain selama 30 hari karena meninggalkan kamp pelatihan tim tanpa izin. Akibat insiden tersebut, Jorge Jesus mencadangkan Ronaldo dalam satu pertandingan dan menyatakan tidak berencana menjadikannya pemain inti untuk laga berikutnya, yang kemudian memicu keputusan Ronaldo untuk pulang.
Penampilan terakhir Ronaldo bersama timnas terjadi pada 24 September saat menghadapi Wales. Ia menutup karier internasionalnya dengan torehan 146 gol dari 234 pertandingan. Meski publik Portugal memberikan apresiasi besar dengan menyebutnya sebagai duta global dan inspirasi bagi jutaan orang, cara berakhirnya karier sang kapten meninggalkan kesan yang kurang menyenangkan.
Jorge Jesus sempat menyatakan bahwa pintu timnas tetap terbuka bagi Ronaldo dan keputusan akhir ada di tangan sang pemain. Namun, realitasnya adalah Ronaldo tidak lagi menjadi pemain yang otomatis masuk dalam susunan pemain utama, sebuah kondisi yang sulit diterima oleh sang megabintang sepanjang kariernya.
Transformasi dan Warisan
Karier Ronaldo di timnas dimulai dengan sosok pemain muda yang dikenal arogan dan terobsesi pada penampilan. Mantan pelatih Luiz Felipe Scolari pernah menegurnya secara terbuka karena sikapnya yang tidak dewasa. Namun, di bawah bimbingan Scolari dan senior seperti Luis Figo, Ronaldo perlahan bertransformasi menjadi pemimpin.
Salah satu momen emosional terjadi pada Euro 2004, di mana Ronaldo muda menangis setelah Portugal kalah dari Yunani di final. Peristiwa itu membentuk ambisi besar dalam dirinya. Pada 2005, saat ayahnya meninggal dunia, Ronaldo memilih tetap bermain untuk timnas, menjadikan skuad nasional sebagai tempat yang menjaga stabilitas mentalnya.
Sosiolog Joao Nuno Coelho menilai timnas Portugal telah menjadi representasi identitas nasional dan kebutuhan negara untuk diakui di panggung internasional. Di tengah krisis ekonomi, kesuksesan timnas menjadi sangat krusial. Ronaldo berada di pusat kebutuhan tersebut, meski kepribadiannya yang individualis sempat memicu perdebatan di kalangan suporter.
Perubahan signifikan terlihat pada Euro 2016 di bawah asuhan Fernando Santos. Ronaldo mulai menerima instruksi taktis dengan lebih terbuka dan menunjukkan kepemimpinan yang matang. Meski harus keluar lapangan karena cedera di final melawan Prancis, ia tetap memberikan motivasi kepada rekan setimnya dari pinggir lapangan hingga akhirnya Portugal meraih gelar juara Eropa pertama mereka.
Selama dua dekade, Ronaldo telah mengubah Portugal dari tim berbakat menjadi tim yang selalu diperhitungkan dalam setiap turnamen besar. Ia memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak dan pemain dengan penampilan terbanyak untuk timnas Portugal. Federasi Sepak Bola Portugal kini telah mengumumkan rencana penghormatan khusus untuk mengakui kontribusi besar sang pemain bagi negara.
Sumber: BBC News








