Partai Demokrat berhasil mengamankan kendali Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat setelah meraih kemenangan dalam pemilu paruh waktu. Sejumlah tokoh Partai Demokrat dan kandidat independen juga mencatatkan sejarah baru dengan terpilih sebagai senator dan gubernur dari kalangan minoritas.
Reaksi Pejabat dan Pasar Keuangan
Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan melalui media sosial bahwa kemarahan pemilih atas perang AS-Israel di Iran menjadi faktor utama kekalahan partainya. Menurut Vance, banyak pendukung Donald Trump pada pemilihan presiden 2024 yang memilih kandidat Demokrat karena alasan tersebut.
Sementara itu, bursa saham global mayoritas berada di zona hijau merespons hasil pemilu ini. Indeks DAX di Frankfurt, FTSE 100 di London, dan CAC 40 di Paris mencatatkan kenaikan, sementara saham perusahaan milik Elon Musk, Tesla dan SpaceX, mengalami penurunan sekitar 5 persen karena kekhawatiran peningkatan regulasi dari Kongres.
Dampak Kebijakan Luar Negeri
Perubahan kekuasaan di Kongres menarik perhatian para pemimpin dunia terkait kebijakan luar negeri AS. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyatakan harapannya agar Kongres yang baru tetap melanjutkan dukungan terhadap Ukraina dan memberikan tekanan kepada Rusia. Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul juga meyakini hasil pemilu ini dapat mendorong diskusi yang lebih kuat antarpartai untuk membantu Ukraina.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menyebut pemilu tersebut sebagai urusan internal AS dan menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan pemerintah Washington. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menyatakan bahwa hasil pemilu tidak akan mengubah posisi Moskow terkait konflik di Ukraina.
Sejarah Baru dalam Pemilu AS
Pemilu paruh waktu ini juga diwarnai oleh sejumlah pencapaian penting. Abdul El-Sayed terpilih di Michigan dan akan menjadi senator Muslim pertama dalam sejarah AS. Di New Mexico, Deb Haaland terpilih sebagai gubernur perempuan Pribumi Amerika pertama, sementara Peggy Flanagan menjadi wanita Pribumi pertama yang terpilih ke Senat untuk mewakili Minnesota.
Gedung Putih menanggapi hasil pemilu tersebut melalui pernyataan singkat di media sosial yang mengingatkan bahwa Donald Trump tetap menjabat sebagai presiden.








