Teknologi

Alternatif AI: Warga Islandia Rajut Rangkuman Rapat Kerja

Alternatif AI: Warga Islandia Rajut Rangkuman Rapat Kerja

Lembaga pariwisata Visit Iceland menghadirkan inovasi unik untuk mengatasi kelelahan akibat rapat daring yang semakin meningkat pascapandemi COVID-19. Melalui program bertajuk “AI Knittakers”, warga Islandia akan bergabung dalam rapat virtual untuk mendengarkan diskusi dan merajut satu kata yang merangkum seluruh isi pertemuan tersebut.

Inisiatif ini menawarkan alternatif bagi para pekerja yang biasa mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk mencatat atau menghadiri rapat. Kata-kata yang dirajut mencakup istilah populer dalam dunia kerja seperti “align”, “pivot”, “reset”, hingga ungkapan spontan seperti “huh?” dan “WTF?”. Program yang tidak dipungut biaya ini berlangsung hingga 20 November.

Mengatasi Kelelahan Rapat Daring

Fenomena kelelahan akibat rapat daring menjadi perhatian serius di dunia kerja. Berdasarkan survei terhadap 5.000 pekerja pada Desember 2023 yang dilaporkan CNET, sebanyak 78 persen responden mengaku rapat membuat mereka kesulitan menyelesaikan pekerjaan. Selain itu, 76 persen merasa terkuras energinya pada hari-hari dengan jadwal rapat yang padat, dan 65 persen pekerja yang tertekan mulai menggunakan pencatat otomatis berbasis AI untuk menggantikan kehadiran mereka.

Survei Visit Iceland juga menunjukkan bahwa para pekerja menghabiskan sekitar 8 jam per bulan untuk menghadiri rapat yang dinilai tidak perlu. Selain itu, studi terbaru di Harvard Business Review menemukan bahwa penggunaan alat AI tertentu, seperti berpindah-pindah antar-chatbot, justru dapat menyebabkan kelelahan kognitif atau brain fry.

Chief AI Knittaker, Salka Sól Eyfeld, menjelaskan perbedaan pendekatan antara teknologi AI dan perajit manusia. “Pencatat AI mendengar setiap kata,” kata Salka Sól Eyfeld kepada CNET. “Seorang perajit mendengar helaan napas. Kami mendengarkan satu hal yang benar-benar penting, lalu kami merajutnya.”

Tradisi Merajut dan Tata Cara Pemesanan

Proses pemesanan layanan AI Knittakers dilakukan secara gratis melalui situs web resmi Visit Iceland. Pengguna cukup memilih perajit yang tersedia sesuai jadwal rapat daring. Setelah rapat selesai, perajit akan mengirimkan foto hasil rajutan rangkuman satu kata melalui pos-el. Hasil rajutan fisik tersebut juga dapat dikirimkan langsung ke alamat pemesan yang berdomisili di wilayah Eropa atau Amerika Serikat. Beberapa perajit juga menguasai bahasa selain bahasa Inggris.

Aktivitas merajut merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Islandia untuk bersantai dan bersosialisasi. Warga Islandia terbiasa merajut sweater khas bernama lopapeysa dari wol lopi di tempat umum, bahkan saat menghadiri rapat.

Juru bicara Visit Iceland, Sigríður Dögg Guðmundsdóttir, menyatakan bahwa solusi terbaik untuk masalah modern tidak selalu harus berupa teknologi. Menurutnya, waktu, alam, dan komunikasi antarmanusia yang saling mendengarkan merupakan jawaban yang lebih sederhana namun efektif. Melalui AI Knittakers, Visit Iceland ingin membagikan sudut pandang masyarakat Islandia sekaligus menginspirasi orang-orang untuk sejenak menjauh dari layar komputer dan menguji pengalaman tersebut secara langsung.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *