Teknologi

Kerentanan Perangkat IoT Usai Serangan Siber Supermarket

Daftar Isi
  1. Ancaman pada Perangkat Rumah Tangga dan Ritel
  2. Dampak terhadap Pasokan Makanan dan Peralatan Industri
  3. Risiko pada Mobil dan Infrastruktur Vital

Serangan siber yang menduga sistem pendingin dan pembeku di supermarket di tujuh negara Eropa telah memicu kekhawatiran mendalam mengenai keamanan berbagai perangkat yang terhubung ke internet. Ancaman ini tidak hanya membayangi mesin industri skala besar, tetapi juga peralatan rumah tangga pintar seperti kulkas, pemanas sentral, dan mesin cuci.

Ancaman pada Perangkat Rumah Tangga dan Ritel

Meskipun koneksi internet memudahkan pengendalian perangkat secara jarak jauh, setiap perangkat yang terhubung secara daring berpotensi dimanfaatkan oleh peretas. Kendati demikian, hal itu tidak berarti peretas dapat menguasainya dengan mudah karena produsen besar umumnya menerapkan standar keamanan tinggi. Hingga saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa peralatan rumah tangga menjadi sasaran dalam gelombang serangan siber yang melanda supermarket pada November lalu.

Mantan Chief Executive National Cyber Security Centre (NCSC) Inggris, Ciaran Martin, menyatakan kepada BBC News bahwa produsen teknologi perlu berbuat lebih banyak untuk memastikan keamanan perangkat sejak awal. “Ada jauh lebih banyak hal yang perlu kita tuntut dari perusahaan teknologi besar untuk memberi kita perangkat dan produk yang lebih aman sejak awal,” ujarnya. Ia juga mengimbau konsumen untuk selalu memperbarui perangkat lunak dan mengaktifkan otentikasi ganda.

Sejak April 2024, hukum di Inggris telah mewajibkan produsen perangkat pintar konsumen tertentu untuk memenuhi standar minimum keamanan siber, termasuk ketentuan terkait kata sandi dan pembaruan sistem. Meski NCSC menyatakan belum ada dampak langsung terhadap ritel di Inggris, peneliti dari UK Cyber Defence menemukan lebih dari 800 antarmuka pendingin dan kontrol bangunan milik peritel Inggris yang dapat diakses melalui internet publik. Kondisi ini membuat sistem tersebut rentan terhadap peretas yang memanfaatkan kata sandi lemah atau celah perangkat lunak.

Dampak terhadap Pasokan Makanan dan Peralatan Industri

Dampak serangan siber terhadap rantai pasokan makanan pernah terjadi sebelumnya. Ketika jaringan supermarket Inggris M&S dan Co-op diserang peretas ransomware pada Mei 2025, kedua peritel tersebut kesulitan mengisi ulang stok barang segar di toko-toko mereka, yang menyebabkan kekosongan rak di berbagai wilayah.

Peneliti dari perusahaan keamanan siber SentinelOne, Tom Hegel, menilai peritel harus memperjelas pembagian tanggung jawab keamanan peralatan mereka. Menurutnya, koneksi internet memang memberikan kemudahan, namun keamanan harus tetap sejalan. Hegel menjelaskan bahwa ketika peretas berhasil menguasai kontrol perangkat, fungsi sah seperti proses pencairan es (*defrosting*) dapat diubah menjadi alat pengganggu yang mampu merusak stok barang secara fisik, bukan sekadar merusak sistem komputer.

Chief Executive British Retail Consortium, Helen Dickinson, menegaskan bahwa insiden siber merupakan perhatian utama bagi para pelaku usaha ritel. Saat ini, para pemilik bisnis terus bekerja sama dengan NCSC untuk berbagi informasi intelijen dan memperkuat pertahanan mereka.

Risiko pada Mobil dan Infrastruktur Vital

Di luar lingkup rumah tangga dan ritel, teknologi terhubung juga dipakai untuk mengelola kendaraan serta mesin industri secara jarak jauh. Pakar keamanan siber Ken Munro mengingatkan kembali demonstrasi pada 2015 ketika para peneliti berhasil meretas mobil Jeep secara jarak jauh melalui sistem hiburan yang terhubung ke internet. Peristiwa tersebut akhirnya mendorong industri otomotif untuk membenahi dan meningkatkan keamanan kendaraan.

Selain sektor otomotif, sambungan seluler banyak dimanfaatkan untuk memantau peralatan di pembangkit listrik dan jaringan air bersih agar dapat dikelola dari jauh. Munro menilai perusahaan penyedia layanan publik di Inggris umumnya memiliki standar keamanan yang baik, tetapi kualitasnya bervariasi di tingkat global. Kekhawatiran utamanya tertuju pada perusahaan utilitas berskala kecil dengan anggaran terbatas yang masih bergantung pada peralatan lama.

Pakar keamanan siber dari Zscaler, Olivier Daloy, menambahkan bahwa tanpa perlindungan yang memadai, pabrik atau peralatan apa pun yang terhubung ke internet—mulai dari produsen otomotif hingga infrastruktur listrik dan transportasi—menghadapi risiko keamanan yang serupa.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *