Daftar Isi
Gedung balai kota Hamburg, Rathaus, menyimpan berbagai kisah sejarah kota yang terpahat jelas pada arsitektur dan fasad bangunannya. Dari patung kaisar hingga relief pekerja harian, bangunan ini dapat dibaca selayaknya sebuah buku sejarah raksasa.
Sejarah Kebakaran dan Pembangunan Kembali
Rathaus yang berdiri saat ini bukanlah balai kota pertama di Hamburg, melainkan diperkirakan yang keenam setelah bangunan-bangunan sebelumnya berulang kali musnah dilalap si jago merah. Kebakaran besar melanda pada malam 5 Mei 1842, di mana warga bahkan sempat meledakkan balai kota lama menggunakan 385 kilogram bubuk mesiu demi menghentikan kobaran api, meski upaya tersebut gagal.
Butuh waktu hingga 55 tahun bagi Hamburg untuk memiliki balai kota yang baru. Peletakan batu pertama dilakukan pada 6 Mei 1886 dan bangunan tersebut diresmikan pada tahun 1897, dengan lebar bagian depan mencapai 111 meter dan tinggi menara 112 meter. Mengenang peristiwa kelam tersebut, sebuah patung burung Phoenix dengan rentang sayap lebih dari dua meter dipasang di bagian menara bersama medali berlapis emas bertuliskan “Resurgam” yang berarti “aku akan bangkit kembali”.
Para Kaisar dan Simbol Kekuasaan
Bagian fasad utama gedung menampilkan patung dua kaisar di sisi kiri dan kanan balkon, yaitu Charlemagne dan Friedrich I Barbarossa, dengan figur Hammonia di tengahnya yang melambangkan nilai-nilai kota Hamburg seperti kebebasan, perdamaian, perdagangan, dan kemakmuran. Keberadaan para kaisar ini merefleksikan sejarah panjang Hamburg yang tidak pernah memiliki raja sendiri dan secara historis hanya tunduk kepada kaisar Kekaisaran Romawi Suci.
Charlemagne (768–814) ditempatkan di sisi kiri karena kisahnya yang menandai awal mula sejarah Hamburg di bawah kekuasaan Frankish. Sementara itu, Barbarossa (1152–1190) berada di sisi kanan berkaitan dengan piagam yang memberikannya hak kepada Hamburg untuk berlayar ke Laut Utara tanpa membayar tol, yang diperingati setiap bulan Mei sebagai hari lahir pelabuhan.
Pekerja dan Warga Kota
Di atas jajaran patung kaisar dan para kebajikan kota, para pembuat bangunan menempatkan patung warga kota dan berbagai profesi pada setiap bingkai jendela lantai pertama. Sebanyak 28 patung dada dipahat oleh pematung Aloys Denoth, di mana separuhnya dimodelkan dari tokoh-tokoh nyata di Hamburg kala itu seperti presiden parlemen kota Johann Georg Mönckeberg, wali kota Carl Friedrich Petersen, hingga arsitek Franz Andreas Meyer.
Sisa patung lainnya menggambarkan ragam profesi sehari-hari warga kota, mulai dari nelayan, pembuat roti, tukang daging, petani, tukang cukur, hingga penyapu cerobong asap. Detail pahatan ini memperlihatkan bagaimana orang-orang yang menggerakkan roda kota ditempatkan lebih tinggi daripada para penguasa kekaisaran.
Halaman Dalam dan Air Mancur Hygieia
Bagian belakang Rathaus terhubung dengan halaman dalam yang dikelilingi patung-patung tokoh masa lalu, relief pos perdagangan Liga Hansa, serta Air Mancur Hygieia. Air mancur tersebut dibangun pada tahun 1895 hingga 1896 untuk mengenang wabah kolera tahun 1892 yang menewaskan lebih dari 8.000 jiwa akibat air minum yang tidak bersih.
Hygieia berdiri di puncak air mancur memegang mangkuk air bersih dengan patung naga di kakinya sebagai simbol kekalahan kolera. Selain berfungsi sebagai monumen peringatan, celah ventilasi di bawah air mancur tersebut dirancang untuk mengalirkan udara guna mendinginkan suhu di dalam kompleks bangunan Rathaus.
Sumber: Hacker News: Front Page







