Daftar Isi
Kimi Antonelli resmi mengukuhkan diri sebagai juara dunia termuda dalam sejarah Formula 1 setelah mengamankan gelar pertamanya usai finis di Grand Prix Meksiko. Prestasi pebalap berusia 20 tahun tersebut langsung mendapat pujian tinggi dari para juara dunia lainnya seperti Lewis Hamilton dan Max Verstappen.
Pujian dari Para Legenda F1
Baik Lewis Hamilton maupun Max Verstappen kompak menyebut pencapaian Antonelli sebagai sesuatu yang luar biasa. Berbagi podium Grand Prix Meksiko bersama dua pebalap tersukses di grid saat ini menjadi momen yang sangat berarti bagi Antonelli.
Antonelli mengungkapkan bahwa dirinya akan membingkai foto podium tersebut dan memajangnya di rumah karena momen itu sangat luar biasa. Menurutnya, mendapatkan rasa hormat dari dua pebalap hebat yang telah menorehkan sejarah di ajang balap ini adalah hal yang sangat istimewa dan selalu diingat. Juara dunia 1996 Damon Hill, yang bertindak sebagai komentator untuk BBC Radio 5 live, menilai bahwa Antonelli akan terus berkembang dan tidak ada yang meragukan bakat luar biasanya.
Perjalanan Musim yang Dominan
Gelar juara dunia pertama ini diraih Antonelli pada akhir musim keduanya di Formula 1, setelah sempat direkrut Mercedes tahun lalu untuk menggantikan Hamilton. Pada musim debutnya, ia sempat menghadapi masa-masa sulit dan tampil goyah, hingga rekan setimnya George Russell lebih diunggulkan untuk merebut gelar musim ini.
Namun, Antonelli melakukan perkembangan yang luar biasa selama musim dingin lalu. Ia memulai balapan pertama tepat di belakang Russell dan merebut kemenangan perdananya pada seri kedua, yang menjadi awal dari rentetan lima kemenangan beruntun untuk menguasai klasemen kejuaraan. Max Verstappen memuji konsistensi pebalap muda tersebut di usianya yang masih sangat muda, tidak membuat kesalahan besar, serta mampu mengalahkan rekan setimnya yang lebih berpengalaman.
Pujian senada juga disampaikan oleh juara dunia bertahan Lando Norris, yang menyatakan bahwa Antonelli telah membuat orang lain terlihat kewalahan. Menurut Norris, Antonelli mampu beradaptasi dengan mobilnya dengan bekerja keras memahami cara mengendarainya dan mengeksploitasinya lebih baik dari siapa pun.
Pelajaran dari Musim Lalu dan Momen Emosional
Antonelli mengakui bahwa kesulitan yang dihadapinya pada tahun lalu sangat membentuk mentalnya dan membuatnya jauh lebih siap menghadapi tekanan musim ini. Meskipun sempat merasa tegang dan kaku saat sesi kualifikasi akibat besarnya tekanan, ia akhirnya bisa bernapas lega setelah mengunci gelar juara.
Emosi pebalayanan muda tersebut tumpah di lap terakhir balapan saat ia mengikuti Verstappen dan Hamilton hingga kesulitan melihat jalan karena air mata. Kehadiran sang ayah, Marco, dan ibunya, Veronica, di garis finis memberikan dukungan berarti untuk menjaga dirinya tetap membumi di tengah situasi sulit. Dalam konferensi pers, ia juga sempat terenyuh hingga tidak bisa berbicara sejenak ketika mengenang mendiang kakeknya.
Sumber: BBC News








