Lifestyle

Kisah Dustin Hoffman Bintangi Film The Graduate

Kisah Dustin Hoffman Bintangi Film The Graduate
Daftar Isi
  1. Audisi dan Keraguan Terhadap Peran
  2. Proses Syuting yang Melelahkan
  3. Refleksi dan Sambutan Penonton

Dustin Hoffman mengenang masa-masa sulitnya saat membintangi film klasik The Graduate yang disutradarai oleh Mike Nichols. Ia sempat merasa tidak cocok untuk peran utama tersebut karena dianggap tidak memiliki penampilan fisik seperti orang Amerika pada umumnya.

Audisi dan Keraguan Terhadap Peran

Sebelum terpilih, Mike Nichols bersama co-penulis skenario Buck Henry telah mencari pemeran selama hampir dua tahun untuk karakter Benjamin Braddock dan kekasihnya Elaine, yang awalnya dibayangkan sebagai pasangan ideal seperti Robert Redford dan Candice Bergen. Hoffman sendiri merasa ragu dan sempat mengatakan kepada Nichols bahwa dirinya tidak pantas memerankan karakter tersebut karena ia seorang Yahudi, sementara Benjamin tidak demikian. Namun, Nichols menjawab bahwa mungkin karakter tersebut Yahudi di dalam hatinya.

Ketika Hoffman akhirnya melakukan uji layar, para kru dan seniman tata rias berusaha mengubah penampilannya. Seperti dilaporkan oleh Hacker News: Front Page (newyorker.com), para juru rias dari keluarga Westmore bahkan merapikan alis dan menyuruhnya mengenakan sweter turtleneck karena lehernya dinilai terlalu tebal. Editor film Sam O’Steen kemudian menyebut tes layar tersebut menampilkan seorang pemuda yang dinilai kurang pas untuk standar peran utama pria California yang biasanya berambut pirang dan sehat.

Meskipun demikian, Nichols melihat sesuatu yang istimewa dalam rekaman tersebut dan memutuskan untuk memilihnya. Nichols menyatakan bahwa Hoffman memiliki kualitas tersembunyi yang jarang ia temukan pada aktor lain, yaitu tampil memikat dan jenaka tanpa harus berbuat banyak di depan kamera.

Proses Syuting yang Melelahkan

Proses pengambilan gambar film ini memakan waktu berbulan-bulan dengan tantangan fisik yang cukup berat bagi para pemerannya. Hoffman mengaku sering merasa tidak tahu apa yang sedang ia lakukan dan khawatir akan dipecat setiap hari. Pada suatu adegan di kolam renang ketika ia harus mengenakan pakaian selam, ia menahan diri di dalam air hingga mengalami pecah gendang telinga akibat tekanan air dan kelelahan.

Kondisi cuaca yang sangat panas di La Verne, California, saat musim panas turut memperberat proses syuting. Aktris Anne Bancroft bahkan sempat pingsan di lokasi hingga harus diberi oksigen, sementara Hoffman sendiri hampir kehilangan kesadaran ketika harus berlari berulang kali dari jalan raya menuju gereja untuk adegan menghentikan pernikahan Elaine.

Sutradara Mike Nichols sering kali bersikap keras di lokasi syuting, yang membuat Hoffman merasa cemas dan menduga bahwa sutradara tersebut menyesal telah memilihnya. Seorang teman teater Hoffman, Ulu Grosbard, bahkan sempat menanyakan langsung kepada Nichols di akhir syuting apakah ia menyesal telah merekrut Hoffman, dan Nichols menjawab iya.

Refleksi dan Sambutan Penonton

Bertahun-tahun kemudian, setelah melalui proses terapi, Nichols menyadari bahwa ia sebenarnya sedang membuat potret dirinya sendiri melalui film The Graduate. Nichols, yang melarikan diri dari Jerman pada tahun 1939 dan tumbuh dengan perasaan asing serta rasa tidak percaya diri terhadap penampilannya, secara tidak sadar sedang mencari alter ego melalui karakter Benjamin.

Ketika film tersebut pertama kalinya ditayangkan di bioskop, sambutan awal dari penonton sempat terasa lambat dan hanya diwarnai sedikit tawa. Namun, seiring berjalannya durasi film, penonton mulai menangkap humor yang disajikan hingga akhirnya berdiri dan berteriak histeris pada adegan penutup di gereja.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *