Daftar Isi
Kota Kherson di Ukraina merasakan dua hari pertama yang tenang setelah bertahun-tahun akibat gencatan senjata sementara yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Kebijakan ini memberikan warga momen langka untuk beristirahat sejenak dari serangan udara Rusia yang terus-menerus melanda wilayah garis depan tersebut.
Suasana Kota yang Kembali Hidup
Video yang diunggah ke media sosial memperlihatkan warga berjalan-jalan di jalanan yang tertutup jaring anti-dron dan berkumpul di alun-alun kota. Aktivitas biasa tersebut biasanya harus dilakukan dengan tetap waspada terhadap langit dan suara dron yang datang.
Sejak gencatan senjata diumumkan, suasana berubah menjadi sunyi total dan membuat seluruh warga merasa sangat gembira, seperti diungkapkan oleh Olga yang berusia 42 tahun melalui sambungan telepon dari Kherson kepada BBC News. Ombudsman Hak Asasi Manusia Ukraina, Dmytro Lubinets, menyatakan bahwa sejak hari Selasa, kota tersebut benar-benar hidup kembali dengan warga yang berjalan dengan tenang menikmati matahari musim gugur.
Jeda permusuhan sementara ini dijadwalkan berakhir pada hari Minggu dan merupakan hasil dari upaya Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, untuk merundingkan jalur evakuasi yang aman keluar dari kota Oleshky di Ukraina yang diduduki Rusia dan terletak di seberang Sungai Dnipro dari Kherson. Selama beberapa hari, pasukan Rusia telah membersihkan ranjau di jalan tersebut menjelang evakuasi warga sipil Oleshky yang direncanakan pada hari Jumat.
Kekhawatiran Peningkatan Kekuatan Militer Rusia
Meskipun operasi kemanusiaan tersebut disorot publik, muncul kekhawatiran bahwa Rusia memanfaatkan gencatan senjata untuk memperkuat pasukan mereka di area tersebut guna melancarkan serangan baru ke Kherson mulai pekan depan. Seorang narasumber anonim yang bekerja di pemerintahan lokal mengatakan kepada BBC News bahwa pihak Rusia memanfaatkan masa tenang ini untuk memperkuat posisi, mendatangkan pasokan militer, senjata, amunisi, dron, serta merelokasi pasukan mereka.
Direktur Pusat Studi Pendudukan Ukraina, Petro Andriushchenko, menyatakan bahwa penduduk Kherson melaporkan adanya penumpukan militer di sekitar Radensk, sekitar 20 kilometer dari Oleshky. Menurutnya, meskipun warga Oleshky akan diselamatkan, tindakan ini sekaligus memberikan kesempatan bagi musuh untuk memanfaatkan gencatan senjata demi kepentingan militer mereka sendiri, sehingga situasi setelah gencatan senjata bisa menjadi lebih buruk dari sebelumnya karena unit-unit Rusia akan jauh lebih kuat.
Meskipun menyadari apa yang akan terjadi selanjutnya, warga Kherson tetap memanfaatkan waktu singkat ini untuk bernapas lega. Sejak hari Selasa, tidak ada pelanggaran yang dilaporkan dari kedua belah pihak, hal yang belum pernah terjadi pada gencatan senjata sebelumnya, seperti dijelaskan oleh seorang warga bernama Dima kepada BBC News.
Akses ke Zona Merah dan Kunjungan Makam
Selama pekan ini, puluhan orang juga dapat mendatangi barang-barang dan rumah mereka di zona merah Kherson, yaitu wilayah yang selama ini sangat terpapar serangan dron dan artileri sehingga tidak layak huni. Relawan asal Ceko yang tinggal di Kherson, Denisa Bohackova, menyebutkan bahwa sebagian warga memberanikan diri masuk ke area yang selama bertahun-tahun nyaris berarti kematian jika dikunjungi.
Dima menggambarkan pemandangan orang-orang berjalan membawa koper dan tas di zona merah untuk memeriksa kondisi flat mereka. Sebagian menemukan bangunan yang hancur atau dijarah, sementara yang lain kembali demi alasan emosional, seperti Angela Dobrovolska yang pergi dari Kyiv ke Kherson untuk mengunjungi makam suaminya, Serhiy, yang tewas dua tahun lalu akibat granat dari dron intai Rusia.
Sejak invasi berskala penuh Rusia yang akan memasuki tahun keenam pada bulan Februari, populasi Kherson merosot dari lebih 250.000 jiwa menjadi sekitar 65.000 jiwa. Kehidupan sipil di kota tersebut terus berjalan di bawah kondisi medan perang aktif dengan sekolah, teater, taman kanak-kanak, dan rumah sakit yang dipindahkan ke bawah tanah, membuat warga sipil Kherson mengalami perang yang lebih berat daripada banyak tentara, menurut Bohackova.
Olga, yang merawat dua anak, memanfaatkan ketenangan ini untuk berkendara ke kota lain dan naik bus mengunjungi neneknya bersama sang anak di tengah toko dan kafe yang dipenuhi pengunjung. Evakuasi di Oleshky dijadwalkan selesai pada hari Minggu dan setelahnya gencatan senjata akan berakhir, sementara warga bersiap menghadapi kembalinya situasi kacau dan serangan yang diprediksi akan meningkat mulai hari Senin.
Sumber: BBC News






