Politik

Mengenal Pemilu Midterm AS dan Arti Pentingnya bagi Trump

Mengenal Pemilu Midterm AS dan Arti Pentingnya bagi Trump
Daftar Isi
  1. Mekanisme dan Struktur Pemilu
  2. Peta Kekuatan Kongres Saat Ini
  3. Urgensi dan Persaingan Ketat

Warga Amerika Serikat dijadwalkan menggunakan hak suara mereka dalam pemilihan paruh waktu atau *midterm elections* pada 3 November mendatang. Agenda ini tidak menentukan siapa yang menduduki Gedung Putih, melainkan memilih para wakil rakyat yang akan duduk di Capitol.

Mekanisme dan Struktur Pemilu

Pemilihan paruh waktu diselenggarakan setiap empat tahun sekali, tepat di tengah masa jabatan kepresidenan. Rakyat Amerika Serikat menentukan siapa yang akan mewakili mereka di dua kamar Kongres AS, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat, serta memilih gubernur di sejumlah negara bagian.

Menurut analisis J. Miles Coleman dari Center for Politics di Universitas Virginia, pemilu paruh waktu kerap menjadi ajang penilikan atau referendum terhadap presiden dan partai yang sedang berkuasa. Jika masyarakat merasa puas, partai pengusung pemimpin di Gedung Putih biasanya meraup hasil lebih baik ketimbang saat ketidakpuasan mendominasi.

Seluruh kursi di DPR AS yang berjumlah 435 kursi diperebutkan dalam pemilu ini. Setiap anggota mewakili satu distrik elektoral berdasarkan jumlah populasi, dengan masa jabatan dua tahun. Sementara itu, para senator Senat AS yang berjumlah 100 orang menduduki jabatan selama enam tahun, di mana sekitar sepertiga dari kursi tersebut atau sebanyak 35 kursi dipilih setiap dua tahun sekali.

Di samping itu, pemilih di 36 negara bagian akan memilih gubernur mereka yang mayoritas menjabat selama empat tahun. Kebijakan krusial mulai dari undang-undang aborsi, pendidikan, hingga prosedur pemilu ditentukan di tingkat negara bagian, sehingga kemenangan Partai Demokrat atau Republik di suatu wilayah membawa dampak langsung bagi kehidupan warga.

Peta Kekuatan Kongres Saat Ini

Saat ini, Partai Republik yang merupakan partai pengusung Presiden Donald Trump memegang mayoritas di kedua kamar Kongres dengan selisih suara yang tipis. DPR saat ini dikuasai oleh 218 kader Republik, 214 kader Demokrat, satu anggota independen yang kerap berkoalisi dengan Republik, serta dua kursi kosong.

Para pengamat memperkirakan Partai Demokrat berpotensi besar merebut mayoritas di kamar tersebut. Coleman menuturkan kepada penyiar asal Amerika Serikat, CBS, pada akhir Oktober bahwa sebuah kejutan akan terjadi apabila Partai Demokrat gagal menguasai DPR.

Di Senat, terdapat 53 kader Republik, 45 kader Demokrat, dan dua senator independen yang cenderung mendukung Demokrat. Jika pemungutan suara di Senat mengalami hasil imbang 50 banding 50, Wakil Presiden AS memiliki hak suara penentu, yang berarti Wakil Presiden pendamping Trump, JD Vance, dapat memecahkan kebuntuan tersebut.

Urgensi dan Persaingan Ketat

Meskipun tingkat partisipasi pemilih biasanya lebih rendah dibandingkan pemilu presiden, hasil pemilu paruh waktu ini bakal menentukan arah politik AS untuk beberapa tahun ke depan karena mayoritas kebijakan federal harus disetujui oleh Kongres sebelum diberlakukan. Jika kubu Demokrat berhasil menguasai salah satu atau kedua kamar Kongres, kebijakan domestik maupun luar negeri Trump akan lebih sulit diubah.

Partai Demokrat memerlukan tambahan empat kursi di DPR untuk mengamankan mayoritas. Sejumlah pertarungan ketat yang sulit diprediksi terjadi di beberapa distrik di Iowa, Virginia, dan Montana.

Persaingan ketat juga terjadi di Senat, terutama di Texas, di mana jajak pendapat menunjukkan perolehan suara yang seimbang antara kandidat Demokrat James Talarico dan pesaing dari Partai Republik, Ken Paxton. Talarico bahkan mendapat dukungan dari beberapa anggota keluarga Bush, dinasti politik Republik di Texas.

Dalam pemilihan gubernur, sejarah baru berpotensi tercipta jika seorang perempuan kulit hitam terpilih sebagai gubernur negara bagian untuk pertama kalinya. Di Minnesota, politisi Demokrat Amy Klobuchar bersaing dengan politisi Republik berkulit hitam Lisa DeMuth, sementara di Georgia, kader Demokrat berkulit hitam Keisha Lance Bottoms bertarung melawan politisi Republik Rick Jackson.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *