Sony resmi menghentikan pengiriman pemutar Ultra HD (UHD) Blu-ray pemutar mandiri terakhirnya di pasar Jepang, yaitu model UBP-X700/K. Langkah ini memperkuat sinyal bahwa produsen asal Jepang tersebut mulai meninggalkan bisnis media fisik secara bertahap, sehingga konsol PlayStation 5 (PS5) berpotensi menjadi perangkat pemutar piringan film 4K terakhir yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.
Penghentian Pemutar Blu-ray dan Disk Game
Seperti dilaporkan Engadget, penghentian pengiriman UBP-X700/K pertama kali diberitakan oleh blog terafiliasi Sony di Jepang, Kunkoko, dan dilaporkan lebih lanjut oleh FlatpanelsHD. Sony mengonfirmasi bahwa pengiriman model pemutar UHD Blu-ray yang dirilis pada musim semi 2025 tersebut telah berakhir. Keputusan ini menyusul penghentian penjualan perekam Blu-ray sebelumnya, yang menjadikan konsol PS5 sebagai satu-satunya pemutar UHD Blu-ray milik Sony yang masih beredar di pasar Jepang.
Meskipun model UBP-X700/K tidak lagi dijual di Jepang, perangkat tersebut masih dapat ditemukan di sejumlah pengecer internasional seperti Walmart dan Grooves Land. Konsol PS5 edisi standar, serta versi Slim dan Pro yang menggunakan aksesori penggerak disk (disc drive), mampu memutar disk Blu-ray beresolusi 4K maupun 1080p. Namun, PS5 tidak mendukung fitur Dolby Vision untuk pemutaran film 4K, sehingga kemampuannya tidak sekomplit pemutar khusus seperti UBP-X700/K.
Selain pemutar film, Sony juga telah mengonfirmasi bahwa produksi disk game fisik untuk judul-judul baru PS5 akan dihentikan mulai Januari 2028. Setelah tenggat waktu tersebut, seluruh permainan baru hanya dirilis secara digital melalui PlayStation Store atau lewat kode penukaran di pengecer. Disk game yang sudah beredar tetap dapat dimainkan, tetapi permainan yang dirilis setelah Januari 2028 tidak akan memiliki versi fisik.
Masa Depan Media Fisik dan Konsol PS6
Langkah Sony menghentikan lini pemutar Blu-ray memperpanjang daftar produsen elektronik besar yang keluar dari pasar media fisik. Samsung telah menghentikan produksi pemutar Blu-ray pada 2019, diikuti oleh LG pada Desember 2024. Saat ini, Panasonic menjadi satu-satunya produsen utama yang masih bertahan di pasar pemutar Blu-ray, di samping produsen khusus seperti Magnetar dan Krovatar.
Kondisi ini memicu kekhawatiran atas keberlanjutan format media fisik. Walaupun kualitas bitrate dan visual dari disk 4K Blu-ray dinilai lebih tinggi dibandingkan layanan pemutaran aliran (streaming), penurunan angka penjualan menunjukkan bahwa mayoritas konsumen lebih mengutamakan kemudahan akses digital.
Di sisi lain, muncul spekulasi terkait keberadaan penggerak disk pada konsol generasi berikutnya, PlayStation 6 (PS6). Berdasarkan laporan eksklusif dari Insider Gaming yang mengutip sumber anonim, Sony berencana merilis PS6 dengan penggerak disk opsional yang dapat dilepas-pasang. Melalui skema tersebut, konsumen dapat membeli konsol dalam edisi digital murni, paket bundel edisi tradisional, atau membeli aksesori pemutar disk secara terpisah di kemudian hari.
Sistem penggerak disk eksternal ini sejalan dengan kebijakan yang diterapkan Sony saat meluncurkan PS5 Slim pada 10 Oktober 2023 dan PS5 Pro pada 7 November 2024, yang mana perangkat pemutar disk dijual terpisah seharga 79 dolar AS. Skema ini dinilai memungkinkan Sony untuk tetap menawarkan dukungan media fisik sembari memfokuskan lini bisnisnya ke ekosistem serba digital.






