PT Freeport Indonesia menyelenggarakan Indonesian Fire and Rescue Competition ke-8 tahun 2026 di Timika, Papua Tengah, yang berlangsung dari tanggal 24 hingga 31 Oktober 2026. Ajang ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Tanggap Darurat Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (Pertapindo) dengan tujuan meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi, serta membangun budaya keselamatan.
Apresiasi Pemerintah dan Edukasi Pelajar
Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa menyampaikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia selaku tuan rumah penyelenggaraan kompetisi tersebut. Menurutnya, kegiatan yang diikuti oleh tujuh belas tim dari berbagai perusahaan di Indonesia ini sangat berarti bagi wilayahnya dan menjadi nilai penting untuk dipertahankan dalam hal keselamatan kerja di masa mendatang.
Acara pembukaan di Mimika Sport Complex, Timika, tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Tengah Denias Geley, sejumlah bupati dari wilayah sekitar, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, perwakilan Pertapindo, serta ratusan pelajar sekolah menengah. Gubernur mengimbau masyarakat, khususnya di Mimika, agar memanfaatkan momen tersebut untuk mempelajari arti penting keselamatan.
Ia menyoroti program edukasi Safety Goes to School yang melibatkan para peserta kompetisi dengan lebih dari seribu pelajar tingkat menengah. Menurut Gubernur, pengalaman melihat langsung kesiapsiagaan tim penyelamat memberikan wawasan berharga bagi para pelajar untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Kolaborasi dan Kesiapsiagaan Darurat
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada perusahaannya untuk kembali menjadi tuan rumah setelah perhelatan serupa pada tahun 1996 dan 2005. Mengusung tema Tumbuh Bersama Papua, Berkarya untuk Indonesia, ajang ini mencerminkan semangat berbagi keahlian guna meningkatkan kapasitas tanggap darurat nasional.
Tony menambahkan bahwa penanganan situasi darurat memerlukan kerja sama erat antara perusahaan swasta, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta instansi terkait lainnya. Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana akibat fenomena cuaca El Nino, seperti ancaman kebakaran dari suhu yang tinggi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno menggarisbawahi pentingnya peningkatan kapasitas personel penyelamat yang berperan sebagai garda terdepan dalam situasi krisis. Ia menegaskan bahwa kompetisi tersebut harus dimanfaatkan sebagai sarana bertukar pengetahuan dan keterampilan operasional, seraya mengingatkan bahwa keselamatan jiwa merupakan hal yang utama di atas segalanya.






