Daftar Isi
Sistem pengereman anti-lock braking system atau ABS merupakan salah satu inovasi keselamatan terpenting pada kendaraan modern. Teknologi ini memainkan peran besar dalam memperpendek jarak pengereman dan telah diwajibkan secara hukum sebagai perlengkapan standar pada semua mobil baru di Amerika Serikat sejak tahun 2013. Meski demikian, gagasan mengenai rem anti-selip ini ternyata sudah muncul sekitar dua dekade sebelum pertama kali diterapkan pada kendaraan roda empat.
Penerapan Awal pada Pesawat Terbang
Ketika pesawat mulai menggunakan mesin jet serta tumbuh semakin cepat dan bertenaga selama masa ledakan industri penerbangan Perang Dunia II, tugas untuk mendarat dan menghentikan pesawat secara aman menjadi semakin menantang. Boeing B-47 Stratojet tercatat sebagai pesawat produksi massal pertama yang menggunakan sistem ABS pada tahun 1947 dengan sistem bernama Hydro-Aire Hytrol ABS, disusul oleh Dunlop yang memperkenalkan sistem Maxaret ABS pada tahun 1952.
Penggunaan Pertama pada Mobil
Mercedes-Benz dikenal dengan berbagai inovasi keselamatannya dan kerap dianggap sebagai pembuat mobil produksi massal pertama dengan rem anti-lock. Namun, menurut Hagerty, mobil pertama yang dilengkapi dengan sistem tersebut justru adalah Jensen FF berproduksi sangat rendah yang dibangun dari tahun 1966 hingga 1971. Mobil ini menggunakan adaptasi dari sistem Maxaret ABS milik Dunlop, tetapi hanya 320 unit Jensen FF yang pernah dibuat dan tidak ada satupun yang diekspor secara resmi ke Amerika Serikat. Aplikasi ABS pada mobil produksi massal pada akhirnya datang dari produsen asal Amerika Serikat.
Sebagian besar kredit disematkan kepada Chrysler Imperial 1971 dengan sistem opsional Sure-Brake sebagai mobil produksi pertama yang menawarkan sistem pengereman anti-lock, karena mampu mencegah keempat roda Imperial mengunci saat pengereman panik. Sistem tersebut merupakan sistem pengereman anti-lock tiga saluran, yang berarti menggunakan satu modulator tekanan rem untuk setiap roda depan dan satu modulator tunggal untuk mengontrol tekanan rem pada kedua rem belakang.
Majalah Popular Science menguji Imperial yang dilengkapi Sure-Brake pada tahun 1970 dan mendapati sistem tersebut dapat diandalkan dalam mencegah penguncian roda, bahkan di atas es. Majalah Road Test menguji mobil serupa pada tahun 1971 dan mencatat betapa mengkhawatirkannya suara bergemotak cepat yang ditimbulkan oleh aktuasi tekanan sistem, serta mengeluhkan bagaimana suara tersebut dapat semakin mengejutkan pengemudi yang panik dalam situasi darurat, meski sistem tersebut tetap berhasil mencegah roda mengunci. Sayangnya, Chrysler menawarkan sistem ini sebagai opsi berbayar tambahan pada model Imperial tahun 1971 hingga 1973, tetapi kurang dari lima persen pembeli yang memilihnya sehingga Chrysler membatalkannya pada tahun 1974.
Perkembangan Menuju Era Digital
Meskipun Sure-Brake milik Chrysler merupakan sistem terkomputerisasi, Mercedes dan Bosch menjadi yang pertama memperkenalkan pengendali digital dan menerapkan penggunaan mikroelektronika digital pada S-Class tahun 1978, yang membuka jalan bagi ABS modern. Terdapat klaim bahwa Mercedes-Benz S-Class 1978 merupakan mobil pertama yang menerapkan ABS, namun ungkapan yang paling akurat adalah bahwa mobil tersebut merupakan sistem rem anti-lock multi-saluran empat roda pertama yang menggunakan mikroelektronika digital.
Dari akar awalnya dalam menghentikan pesawat jet dengan cepat, hingga menghentikan Jensen FF, Chrysler Imperial, Mercedes-Benz S-Class, dan kini setiap mobil baru yang dijual di Amerika Serikat, sistem pengereman anti-lock telah menorehkan sejarah keselamatan transportasi. Teknologi ini juga telah merintis jalan bagi inovasi keselamatan krusial lainnya seperti electronic stability control atau ESC, serta fitur performa dan off-road seperti torque vectoring dan limited-slip differential berbasis rem.







