Teknologi

Drone Berawak Dilirik Polisi Kampus Florida AS

Drone Berawak Dilirik Polisi Kampus Florida AS

Kepolisian di Florida Polytechnic University, Amerika Serikat, menerima kendaraan lepas landas dan mendarat vertikal listrik (eVTOL) berawak yang berfungsi layaknya quadcopter raksasa. Kendaraan terbang seharga 148.000 dolar AS tersebut diproyeksikan untuk membantu pencarian orang hilang dan menjangkau wilayah terpencil yang sulit diakses kendaraan konvensional.

Spesifikasi dan Fungsi Kendaraan

Pesawat bernama Jetson One itu mendapat julukan Astro, mengambil nama karakter anjing dalam serial kartun tahun 1960-an berjudul “The Jetsons”. Perusahaan pembuatnya yang berbasis di California, Jetson, mempercepat pesanan pihak universitas sehingga memotong daftar tunggu yang mencapai tiga tahun. Menurut CEO Jetson, Stéphan D’haene, perusahaannya memprioritaskan proyek ini karena sejalan dengan visi penggunaan di luar tujuan rekreasi.

Kepala Kepolisian Florida Poly, Aaron Murray, menyatakan bahwa kepolisian setempat sebenarnya sudah memiliki unit drone, namun keunggulan eVTOL ini adalah kemampuannya membawa petugas pertolongan pertama secara langsung kepada orang yang membutuhkan bantuan. Selain itu, para mahasiswa juga akan memanfaatkan wahana tersebut sebagai sarana riset untuk mengumpulkan data serta memperoleh pengalaman langsung mengenai teknologi penerbangan masa depan.

Tantangan Perizinan FAA

Jetson mencatat waktu terbang maksimal kendaraan berbobot 190 pon atau sekitar 86 kilogram ini hanya 20 menit. Di sisi lain, masih terdapat kendala regulasi dari Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) yang menghambat kendaraan tersebut untuk segera beroperasi secara resmi.

Jetson One memiliki batasan kecepatan 63 mph atau 102 kph, yang sesuai dengan batas kecepatan maksimal FAA untuk pesawat ultralingan. Kategori tersebut membuat pesawat tidak memerlukan sertifikat kelaikan udara, registrasi, maupun lisensi pilot tradisional atau sertifikat medis, kendati pihak Jetson memastikan para petugas kepolisian Florida Poly akan mendapat pelatihan penuh sebelum menerbangkannya.

Kendala hukum muncul karena aturan ultralingan Part 103 milik FAA dirancang khusus untuk keperluan olahraga dan rekreasi semata, sehingga kegiatan patroli kepolisian belum termasuk di dalamnya. Regulasi tersebut juga melarang penerbangan di atas kawasan padat penduduk serta pada malam hari, yang berpotensi membatasi kegunaan pesawat bagi kepolisian kampus.

Pihak universitas menyampaikan bahwa mereka kini berada pada tahap akhir pengajuan izin kepada FAA agar kendaraan patroli udara itu dapat digunakan dalam operasional mereka. Kepala Polisi Aaron Murray optimistis bahwa aturan dapat disesuaikan, mengingat sejumlah sarana seperti sepeda, sepeda motor, dan drone awalnya dianggap sebagai mainan sebelum akhirnya bertransformasi menjadi perangkat penting dalam dunia penegakan hukum.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *