Dunia

Ukraina Harap Momentum Baru Damai Usai Telepon Putin

Ukraina Harap Momentum Baru Damai Usai Telepon Putin

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengonfirmasi bahwa panggilan telepon antara pemimpin Finlandia dan Norwegia dengan Presiden Rusia Vladimir Putin telah dikoordinasikan sebelumnya dengan negaranya. Sybiha menilai langkah tersebut sebagai pendekatan yang tepat dalam melakukan komunikasi apa pun dengan Moskow.

Harapan Momentum Baru dan Pertemuan Langsung

Berbicara bersama para menteri luar negeri Finlandia dan Norwegia di Helsinki, Sybiha menyatakan apresiasinya atas dukungan aktif terhadap proses perdamaian dan upaya diplomatik Ukraina. Ia menegaskan bahwa negaranya sangat berkeinginan untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung dengan menawarkan berbagai solusi serta proposal yang realistis.

Sybiha menyatakan bahwa pihaknya terbuka untuk memberlakukan gencatan senjata sebagian maupun menghentikan seluruh permusuhan secara menyeluruh dengan syarat tetap bersikap adil. Ia menegaskan bahwa Ukraina tidak akan mengambil langkah sepihak apa pun dalam proses tersebut.

Lebih lanjut, Sybiha mengungkapkan bahwa Ukraina sedang mencari dorongan baru dalam perundingan damai dengan Rusia sekaligus berupaya menentukan peran baru bagi Eropa. Menurutnya, Presiden Volodymyr Zelenskyy telah membagikan visinya untuk disampaikan secara langsung kepada Putin, termasuk pesan mengenai gencatan senjata dan kesiapan untuk melakukan pertemuan antarkepala negara.

Sybiha menilai bahwa satu-satunya cara untuk meningkatkan kualitas perundingan adalah melalui pertemuan langsung di tingkat Presiden Zelenskyy dan Putin. Negosiator di tingkat bawah hanya dapat membahas permasalahan hingga batas tertentu, sementara keputusan-keputusan krusial berada di tangan para kepala negara.

Rencana Pertemuan Trilateral dan Gcatan Senjata Terbatas

Dalam kesempatan yang sama, Sybiha menambahkan bahwa pihak Kyiv menyatakan kesiapannya untuk menghadiri pertemuan trilateral di Uni Emirat Arab pada bulan depan. Ia menegaskan bahwa pemerintahnya akan memanfaatkan setiap peluang yang ada guna mendekatkan terciptanya perdamaian.

Sybiha juga menyambut baik penerapan gencatan senjata terbatas di Oleshky karena dinilai mampu membuka jalan bagi langkah-langkah lanjutan dalam proses perdamaian sebagai bentuk langkah membangun kepercayaan. Kendati demikian, ia mengakui bahwa situasi di lapangan di Ukraina masih sangat berat akibat serangan pasukan Rusia yang terus berlanjut tanpa henti.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *