Otomotif

Rivian Buktikan Kelangsungan Bisnis Lewat Model R2

Rivian Buktikan Kelangsungan Bisnis Lewat Model R2

Kekhawatiran mengenai masa depan perusahaan rintisan mobil listrik Rivian kini mulai mereda setelah peluncuran model R2. Berdasarkan laporan kuartal ketiga tahun 2026, produsen otomotif asal Irvine, California, ini berhasil mencatatkan pertumbuhan pengiriman kendaraan yang signifikan.

Peningkatan Pengiriman Kendaraan dan Proyeksi Penjualan

Rivian mencatat kenaikan pengiriman kendaraan sebesar 46 persen secara tahun ke tahun pada kuartal ketiga 2026 menjadi 19.248 unit, seperti dilaporkan oleh Car and Driver. Model crossover kompak R2 menjadi motor utama yang mendongkrak angka tersebut hingga melampaui total penjualan gabungan model unggulan R1S dan R1T, serta van pengiriman EDV. Meskipun demikian, Rivian tidak secara merinci jumlah pasti penjualan unit R2 tersebut.

Kepala Eksekutif Rivian, RJ Scaringe, kepada Reuters menyampaikan bahwa perusahaan masih berada di tahap awal peningkatan produksi R2. Saat ini, satu-satunya varian R2 yang dipasarkan adalah tipe Performance yang dibanderol seharga USD59.485 termasuk biaya pengiriman. Varian yang lebih terjangkau, yaitu trim Premium seharga USD55.485 dan model dasar seharga USD46.485, dijadwalkan menyusul masing-masing pada akhir tahun 2026 dan musim semi 2027. Sebagai perbandingan, model R1S dan R1T saat ini dipasarkan dengan harga di atas USD80.000.

Investasi Uber dan Pengembangan Robotaxi

Selain pencapaian penjualan, Scaringe menyatakan keyakinannya bahwa Rivian akan mencapai target pencapaian otonomi tahun ini yang akan membuka pencairan dana investasi senilai seperempat miliar dolar dari Uber. Menurut Reuters, dana tersebut merupakan bagian dari komitmen investasi perusahaan ride-sharing tersebut hingga mencapai USD1,25 miliar sampai tahun 2031. Investasi ini mencakup tahap awal sebesar USD300 juta dengan syarat terpenuhinya beberapa target teknologi otonom, kendati Rivian belum merinci target spesifik tersebut.

Kemitraan strategis antara Rivian dan Uber ini menargetkan peluncuran robotaxi R2 tanpa pengemudi pada jaringan Uber di tahun 2028 mendatang. Layanan tersebut direncanakan akan dimulai di beberapa kota sebelum diperluas ke sekitar 25 kota dalam kurun waktu satu setengah tahun berikutnya. Kehadiran robotaxi R2 ini diposisikan untuk bersaing langsung dengan Tesla Cybercab.

Keberhasilan penjualan R2 dan kemitraan bersama Uber dinilai sangat penting bagi kelangsungan jangka panjang perusahaan di tengah upaya menekan kerugian finansial akibat tingginya tingkat pengeluaran kas. Dengan rencana peningkatan produksi R2 secara penuh serta kehadiran model R3 di masa mendatang, Rivian berupaya membuktikan viabilitas bisnisnya di industri otomotif.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *