Metropolitan

Polisi Pastikan Penembakan di Kampung Ambon Tak Terkait Narkoba

Polisi Pastikan Penembakan di Kampung Ambon Tak Terkait Narkoba

Polda Metro Jaya memastikan insiden penembakan dan pembacokan yang terjadi di dekat Kampung Ambon, Jakarta Barat, sama sekali tidak memiliki kaitan dengan penggerebekan narkoba. Aparat kepolisian menyatakan peristiwa kekerasan tersebut merupakan kasus kriminal terpisah yang dilatarbelakangi oleh konflik antarkelompok.

Motif Balas Dendam Pelaku

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Imron Ermawan menjelaskan dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026), bahwa penggerebekan di Kampung Ambon dilakukan oleh Direktorat Narkoba bersama Bareskrim dan BNN. Peristiwa kekerasan yang ditangani jajarannya berdiri sendiri karena ada konflik di antara kedua belah pihak.

Imron menyebutkan bahwa motif di balik penyerangan tersebut adalah balas dendam karena tersangka utama berinisial FDM merasa tidak terima setelah sebelumnya sempat dipukuli oleh sekelompok orang. Sebelum melancarkan aksinya, FDM mengajak rekan-rekannya dan mendatangi lokasi dengan membawa senjata tajam berupa parang serta senjata api rakitan untuk menyerang kelompok yang memukulinya.

Penyerahan Diri dan Barang Bukti

Peristiwa penyerangan itu berlangsung pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Pinggir Kali, Kalibaru Timur, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Tim gabungan dari Subdit Resmob, Subdit Jatanras, dan Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengamankan pelaku FDM kurang dari 24 jam setelah kejadian.

FDM menyerahkan diri kepada petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum di kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, dengan bantuan perantara serta menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan dan dua butir amunisi. Polisi turut menyita sejumlah barang bukti lain berupa dua butir peluru kaliber sembilan milimeter, satu butir amunisi, satu butir selongsong, dan satu butir proyektil.

Saat ini, penyidik Polda Metro Jaya masih memburu satu pelaku lainnya yang sudah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) dengan identitas yang telah dikantongi.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *