Daftar Isi
Kehadiran warga dan investasi asal Israel di Siprus mengalami peningkatan pesat dalam beberapa tahun terakhir, mencakup sektor pariwisata, pembelian properti, hingga pengaruh politik lokal. Kondisi ini memicu dinamika sosial dan kekhawatiran di kalangan masyarakat Siprus di tengah situasi konflik di Gaza dan Lebanon.
Kampanye Politik dan Lonjakan Wisatawan
Peningkatan kehadiran warga Israel di pulau tersebut terlihat dari munculnya baliho kampanye pemilu Israel di dekat Bandara Larnaca pada musim panas ini. Baliho bertuliskan bahasa Ibrani tersebut menampilkan mantan panglima militer Israel sekaligus pemimpin oposisi Partai Yashar, Gadi Eisenkot, menjelang pemungutan suara pada 27 Oktober.
Presenter televisi dan aktivis pro-Palestina, Melanie Steliou, menyampaikan kepada Al Jazeera bahwa keberadaan baliho politikus asing semacam itu merupakan yang pertama kalinya terjadi di Siprus. Ia menilai hal tersebut menandakan besarnya jumlah warga Israel yang tinggal maupun berkunjung ke negara kepulauan tersebut, terlebih jarak tempuh penerbangan dari Israel hanya sekitar 40 menit.
Pengaruh politik Israel juga merambah institusi legislatif Siprus. Pada 20 Oktober, sebanyak enam anggota parlemen Siprus membentuk kaukus pro-Israel yang diprakarsai oleh kelompok advokasi Israel Allies Foundation.
Data dari Badan Statistik Siprus (CYSTAT) mencatat warga Israel melakukan hampir 600.000 perjalanan ke Siprus pada tahun lalu, melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan angka tahun 2022. Pada Agustus lalu, hampir satu dari empat wisatawan yang tiba di Siprus berasal dari Israel, meningkat 28,4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspansi Properti dan Pembentukan Komunitas
Data Kementerian Dalam Negeri Siprus menunjukkan warga Israel mencatatkan 850 pembelian properti di Distrik Larnaca dalam kurun waktu 12 bulan hingga September 2025, menjadi jumlah tertinggi dibandingkan warga negara asing lainnya. Kedutaan Besar Israel di Nicosia memperkirakan terdapat 15.000 hingga 20.000 warga Israel yang kini menganggap pulau tersebut sebagai rumah mereka, meningkat drastis dibandingkan sensus 2021 yang hanya mencatat sekitar 1.000 jiwa.
Investasi dari Israel melonjak lebih dari enam kali lipat antara tahun 2017 hingga 2024 mencapai 5,1 miliar euro, berdasarkan data Bank Sentral Siprus. Kenaikan ini terjadi di saat total investasi asing di negara tersebut justru mengalami penurunan sebesar seperempat pada rentang 2022 hingga 2024.
Sejarawan dan analis dari lembaga pemikir KEDISA, Theodosis Pipis, menjelaskan bahwa berbeda dengan gelombang investasi asing sebelumnya yang sekadar menanamkan modal, investasi Israel menciptakan rasa komunitas untuk jangka panjang melalui pembangunan sekolah dan infrastruktur pemukiman.
Di kawasan Dromolaxia-Meneou dekat Larnaca, investor Israel mendorong pembangunan kawasan perumahan terorganisasi terbesar yang dilengkapi taman kanak-kanak, kolam renang, dan taman swasta. Sementara di Polemidia, Yael Foundation mendanai pembangunan sekolah Yahudi yang dirancang untuk menampung hingga 1.500 siswa pada 2027. Di sektor kesehatan, grup rumah sakit Hadassah dari Israel juga telah membuka pusat medis pertamanya di Eropa yang berlokasi di Limassol pada Juli lalu.
Pemimpin Partai AKEL Siprus, Stefanos Stefanou, mengritik pembelian lahan secara masif di Larnaca dan Limassol yang dinilainya membentuk kawasan tertutup dan eksklusif. Eks Duta Besar Israel untuk Siprus, Oren Anolik, membantah tuduhan tersebut dan menilai pernyataan Stefanou cenderung memojokkan komunitas Yahudi di Siprus.
Ketegangan Sosial dan Respons Warga Lokal
Associate Professor bidang keadilan transisi dan hak asasi manusia di University of Central Lancashire Siprus, Nasia Hadjigeorgiou, menuturkan kepada Al Jazeera bahwa laju investasi Israel yang mendadak menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian masyarakat. Hal ini terjadi karena pemerintah Siprus terus memberikan dukungan diplomatik kepada Israel di saat militer negara tersebut melakukan tindakan keras di wilayah Palestina.
Beberapa warga lokal mengungkapkan kekhawatiran atas kehadiran purnawirawan militer Israel dan potensi tergesernya penduduk setempat dari kawasan pemukiman mereka. Selain itu, muncul pula aksi corat-oret grafiti pro-Palestina di berbagai sudut kota sebagai bentuk penolakan.
Pada Agustus 2025, Kementerian Dalam Negeri Siprus memerintahkan pemerintah daerah untuk menghapus grafiti yang dinilai memicu kebencian setelah adanya keluhan dari Menteri Urusan Diaspora Israel, Amichai Chikli. Langkah penghapusan grafiti secara cepat di Limassol tersebut memicu spekulasi di kalangan warga mengenai adanya tekanan politik dari pejabat tingkat tinggi.







