Pemungutan suara dalam pemilihan umum di Serbia resmi dimulai pada Minggu, dengan gerakan protes mahasiswa yang berupaya mengakhiri kepemimpinan jangka panjang Aleksandar Vucic dan partainya. Gerakan pemuda ini telah menggalang aksi massa di negara kawasan Balkan tersebut selama dua tahun terakhir.
Persaingan Ketat di Pemilu Serbia
Hasil jajak pendapat menunjukkan persaingan ketat antara Partai Progresif Serbia (SNS) berhaluan kanan-populis yang dipimpin Vucic dan kelompok Students’ List yang baru dibentuk serta didukung kalangan muda. Melalui pemilu ini, Students’ List menargetkan untuk mengakhiri 14 tahun masa kekuasaan partai SNS.
Pelaksanaan pemilu berlangsung setelah gelombang demonstrasi yang dipimpin mahasiswa selama hampir dua tahun. Aksi protes tersebut dipicu oleh insiden mematikan runtuhnya kanopi stasiun kereta api di kota Novi Sad pada 2024.
Tuntutan Akuntabilitas dan Dinamika Politik
Unjuk rasa yang menuntut akuntabilitas tersebut terus membesar hingga menjadi gerakan masyarakat terbesar di Serbia sejak jatuhnya penguasa Slobodan Milosevic pada tahun 2000.
Bulan lalu, Vucic memutuskan untuk menggelar pemilu dipercepat. Tokoh yang telah mendominasi panggung politik Serbia selama lebih dari satu dekade ini memilih mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden untuk mencalonkan diri sebagai perdana menteri.
Melalui pemilu ini, gerakan mahasiswa berharap dapat mengulang keberhasilan Peter Magyar di Hungaria pada April lalu, ketika ia mengalahkan sekutu Vucic, Viktor Orban. Tempat pemungutan suara di seluruh Serbia dijadwalkan tutup pada pukul 20.00 waktu setempat atau 19.00 GMT.







