Daftar Isi
Sanrio, perusahaan di balik karakter Hello Kitty, menyampaikan permintaan maaf dan memutuskan kerja sama pernak-pernik dengan sebuah acara televisi kontroversial asal Jepang. Keputusan ini diambil setelah kemitraan tersebut memicu gelombang kecaman di negara China.
Kontroversi Serial Vivant di China
Serial thriller mata-mata populer berjudul Vivant menuai banyak kritikan tajam dari media pemerintah China serta para pengguna media sosial di negara tersebut. Kemarahan publik muncul akibat penggambaran agen asal China yang menggunakan taktik penyiksaan keji terhadap seorang agen rahasia Jepang dalam serial itu.
Kritik tersebut turut menyeret karakter Hello Kitty beserta kawan-kawannya yang sangat dicintai secara global, seperti My Melody dan Cinnamoroll. Karakter-karakter populer ini sebelumnya ditampilkan dalam bentuk merchandise dengan mengenakan pakaian menyerupai tokoh-tokoh dari serial televisi tersebut.
Melalui pernyataan resminya pada Rabu malam, Sanrio menyatakan telah menyudahi kolaborasi bersama Vivant setelah menilai bahwa program tersebut memuat unsur-unsur yang tidak sejalan dengan prinsip dasar perusahaan. Sanrio menyebutkan bahwa sejak awal berdiri, mereka selalu memanfaatkan berbagai karakternya untuk menyampaikan nilai kasih sayang dan keterhubungan, serta tetap memegang teguh filosofi korporasi untuk merawat keharmonisan antarmanusia.
Sanrio menegaskan bahwa mereka sangat serius menanggapi berbagai masukan yang diterima terkait peristiwa ini. Ke depannya, perusahaan berjanji akan memperketat mekanisme pengawasan untuk setiap proyek kolaborasi yang akan datang.
Ketegangan Hubungan Diplomatik dan Reaksi Media
Hubungan antara China dan Jepang saat ini merosot ke titik terendah dalam beberapa tahun terakhir akibat pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai Taiwan pada bulan November lalu yang memicu badai diplomatik. Ketika menjawab pertanyaan di parlemen, Takaichi mengisyaratkan bahwa Jepang bakal mengerahkan pasukan bela diri jika China melancarkan serangan ke Taiwan.
Pemerintah Beijing luncurkan berbagai tekanan terhadap Tokyo sejak saat itu, mulai dari pembatasan ekspor mineral tanah jarang, pengetatan pariwisata, hingga menarik kembali panda milik mereka. Sebelumnya pada bulan ini, Takaichi sempat mengungkapkan kepada parlemen bahwa dirinya telah merekam sejumlah episode Vivant dan berniat menontonnya pada liburan akhir tahun.
Media pemerintah Global Times melayangkan kritik tajam kepada Sanrio dengan menyatakan bahwa karakter kucing yang sangat terkenal tersebut tidak boleh ikut berdampingan dengan sayap kanan Jepang. Menurut pemberitaan Global Times, Sanrio berisiko kehilangan jauh lebih banyak daripada sekadar penjualan jangka pendek apabila bekerja sama dengan konten yang bernuansa anti-China, dan menegaskan bahwa kepercayaan serta ikatan emosional yang telah lama dibangun juga akan mengalami kerusakan.
Gelombang kemarahan serupa di China tidak hanya menimpa Hello Kitty, sebab beberapa merek asal China sebelumnya juga memutuskan hubungan dengan pesepak bola asal Prancis Kylian Mbappé akibat pernyataan sang atlet mengenai mendiang pemimpin China Mao Zedong, meski Mbappé telah menyampaikan permintaan maaf.
Jalan Cerita dan Tanggapan Jaringan TV Jepang
Serial Vivant mengisahkan seorang pegawai kantoran asal Jepang yang terjebak dalam lingkaran kejahatan serta spionase tingkat internasional. Musim pertama serial tersebut tayang pada tahun 2023 dengan mengambil latar tempat di sebuah negara fiktif di kawasan Asia Tengah.
Sementara itu, musim kedua yang mulai tayang perdana pada bulan Juli menampilkan adegan agen China menyiksa seorang mata-mata Jepang melalui tindakan memotong jari serta menusuk bagian perut. Sejumlah media pemerintah China, termasuk CCTV, menilai bahwa metode penyiksaan tersebut sangat mirip dengan taktik yang secara historis pernah digunakan oleh pasukan Jepang terhadap warga China, serta menuding drama tersebut memutarbalikkan fakta.
Presiden TBS selaku stasiun televisi yang menayangkan Vivant, Masamine Ryuho, memberikan tanggapan pada hari Rabu bahwa serial tersebut murni fiktif belaka dan sama sekali tidak mempunyai maksud untuk merendahkan negara tertentu.
Sumber: BBC News






