Ekonomi

Nasdaq Anjlok 4 Persen Masuk Zona Koreksi Akibat Aksi Jual Teknologi

Nasdaq Anjlok 4 Persen Masuk Zona Koreksi Akibat Aksi Jual Teknologi
Daftar Isi
  1. Kejatuhan Pasar Saham AS
  2. Dampak Politik dan Sektor Teknologi
  3. Perkembangan Pasar Global

Pasar saham Amerika Serikat mengalami aksi jual yang signifikan pada sesi perdagangan hari Kamis. Indeks Nasdaq Composite merosot tajam hingga masuk ke zona koreksi, terseret oleh kejatuhan di sektor teknologi dan saham-saham cip.

Kejatuhan Pasar Saham AS

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1.833,06 poin atau 3,44 persen untuk ditutup pada level 51.523,06. Indeks S&P 500 melemah 4,36 persen ke posisi 7.353,73, sementara Nasdaq Composite merosot 5,52 persen menjadi 24.315,00. Seluruh 11 sektor S&P 500 berada di zona merah pada Kamis sore, dipimpin oleh sektor teknologi informasi yang jatuh 6,6 persen.

Menjelang jam-jam terakhir perdagangan hari Kamis, kelompok saham Magnificent 7 (Mag7) mengalami penurunan nilai pasar gabungan hampir sebesar 900 miliar dolar AS. Nvidia sendiri kehilangan sekitar 374 miliar dolar AS dibandingkan penutupan hari Rabu, sementara Tesla turun 161 miliar dolar AS dan Microsoft melemah 117 miliar dolar AS. Tekanan jual juga mendorong indeks volatilitas Cboe (VIX) melonjak ke level 28,09, posisi tertingginya sejak 31 Maret.

Dampak Politik dan Sektor Teknologi

Aksi jual di sektor teknologi terjadi setelah kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu memicu kekhawatiran bahwa pembangunan pusat data (data center) dan regulasi kecerdasan buatan akan melambat. Saham-saham cip mengalami hari terburuknya sejak Maret 2020, dengan iShares Semiconductor ETF (SOXX) anjlok mendekati 11 persen.

Kendati demikian, aksi jual di pasar ekuitas ini mengurangi tekanan bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan terakhir tahun ini tanggal 9 Desember mendatang. Berdasarkan alat CME FedWatch, probabilitas The Fed menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase turun menjadi 70,1 persen dari sebelumnya 82,7 persen pada hari Rabu.

Di sisi lain, pasar tenaga kerja menunjukkan ketahanan dengan klaim pengangguran awal turun 6.000 menjadi 189.000 untuk pekan yang berakhir 31 Oktober, menandai level terendah sejak September 1969. Produktivitas sektor nonpertanian melonjak 3,6 persen pada kuartal ketiga, melampaui estimasi konsensus.

Perkembangan Pasar Global

Di pasar Eropa, indeks FTSE 100 Inggris menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan pada perdagangan hari Kamis pagi menjelang keputusan suku bunga Bank of England. Sementara itu, ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang melebihi ekspektasi pada kuartal ketiga dengan ekspansi sebesar 5,47 persen secara tahunan, didorong oleh pengeluaran pemerintah serta sektor akomodasi dan penyediaan makan minum.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *