Teknologi

Proyek Pusat Data Kalah Telak dalam Pemilu Sela AS

Proyek Pusat Data Kalah Telak dalam Pemilu Sela AS
Daftar Isi
  1. Penolakan Melalui Pemungutan Suara
  2. Dampak Politik dan Pandangan Publik
  3. Prospek Masa Depan Industri Pusat Data

Gelombang biru dalam pemilu sela Amerika Serikat yang mengubah keseimbangan kekuasaan di Kongres dan berbagai pemilihan negara bagian menuju Partai Demokrat turut memperlihatkan penolakan terhadap kecerdasan buatan (AI) serta pusat data kontroversial. Para pendukung pusat data sebelumnya telah menggelontorkan dana besar untuk mendukung Presiden Donald Trump dan kandidat dari Partainya Republik, termasuk CEO xAI Elon Musk yang menginvestasikan ratusan juta dolar dalam kampanye pemilu sela di Texas.

Penolakan Melalui Pemungutan Suara

Dalam banyak wilayah, para pemilih tidak perlu menyuarakan pendapat mereka mengenai pusat data melalui kandidat, melainkan lewat inisiatif langsung pada surat suara yang menentukan kelanjutan proyek tersebut di distrik mereka. Berdasarkan situs web Data Centers on the Ballot, pemilih mendukung sekitar 40 langkah pemungutan suara pada hari pemilihan yang bertujuan membatasi pembangunan pusat data baru, di mana hanya satu hasil di Harwood, North Dakota, yang mendukung ekspansi pusat data.

Negara bagian Ohio mencatatkan jumlah pemungutan suara terbanyak dengan 21 langkah, yang semuanya berpihak pada pembatasan. Negara bagian lainnya yang mengadakan pemungutan suara terkait pusat data meliputi Maine, Illinois, Kansas, New Jersey, California, Florida, Nevada, North Dakota, dan Wisconsin. Sebelumnya, enam pemilihan juga telah diselenggarakan pada awal tahun di California, Michigan, New Hampshire, dan Wisconsin, dengan seluruh hasilnya menunjukkan penolakan pemilih terhadap pembangunan pusat data tanpa adanya pembatasan baru.

Bentuk pembatasan yang diajukan bervariasi, mulai dari penerapan batasan megawatt pada penggunaan energi pusat data, masalah zonasi khusus, keharusan adanya persetujuan pemilih untuk proyek baru, hingga larangan total pembangunan pusat data baru yang berhasil diloloskan di enam wilayah.

Dampak Politik dan Pandangan Publik

Jajak pendapat oleh kelompok seperti Pew Research menunjukkan bahwa warga Amerika mulai bersikap dingin terhadap pusat data akibat tagihan listrik yang tinggi, penggunaan air, serta masalah lingkungan. Kekhawatiran tersebut juga sulit dipisahkan dari dampak AI terhadap lapangan pekerjaan, hingga isu AI menjadi perpecahan yang memengaruhi pemilu sela.

Politico bahkan menyebut pusat data sebagai pihak lain yang menelan kekalahan besar dalam pemilu sela setelah Partai Republik. Tidak hanya memberlakukan pembatasan tambahan, isu pusat data juga disinggung secara khusus dalam pidato kemenangan tokoh-tokoh Demokrat, termasuk Senator terpilih Sherrod Brown dalam pidatonya pada Selasa malam.

Selain itu, USA Today melaporkan bahwa dua wali kota di Oklahoma dan Ohio harus menghadapi pemecatan melalui pengunduran diri paksa akibat gelombang protes publik terkait usulan pembangunan pusat data.

Prospek Masa Depan Industri Pusat Data

Hasil pemilu sela ini diprediksi membawa dampak jangka panjang bagi perusahaan teknologi dan pengelola pusat data di tengah kontrol Kongres oleh Partai Demokrat yang memicu pengawasan lebih ketat. Darrell West selaku peneliti senior di Brookings Institution menyatakan kepada Politico bahwa kebijakan publik akan mencerminkan opini publik yang telah mengalami pergeseran besar selama setahun terakhir.

Tekanan politik dari pemilu sela ini berpotensi mendorong pejabat lokal di berbagai wilayah untuk menunda atau membatalkan proyek pusat data demi meraih dukungan publik, serta menekan perusahaan di baliknya agar menawarkan kesepakatan yang lebih menguntungkan bagi komunitas setempat. Praktik pemberian keringanan pajak dan insentif besar bagi pusat data diperkirakan mulai mendekati akhirnya.

Seperti dilaporkan oleh The New York Times, komunitas kini mendesak pusat data untuk membayar pajak, membangun pembangkit listrik sendiri, menanggung biaya penggunaan listrik dan air, serta berkontribusi pada sumber daya komunitas lokal termasuk dana pendidikan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *