Teknologi

Mengintip Pemanfaatan Teknologi dan Big Data di Ajang Balap F1

Mengintip Pemanfaatan Teknologi dan Big Data di Ajang Balap F1

Teknologi dan data memegang peranan krusial dalam menyajikan tayangan balap Formula One (F1) bagi jutaan penggemar di seluruh dunia. Di balik kecepatan mobil yang mencapai 360 kilometer per jam, setiap kendaraan mengumpulkan jutaan titik data per detik melalui ratusan sensor yang diolah menjadi wawasan siaran langsung.

Pusat Teknis Acara dan Produksi Global F1

Fasilitas sementara bernama F1 Event Technical Centre (ETC) berdiri di balik area Paddock Club menjelang Grand Prix Amerika Serikat di Austin, Texas. Tenda seluas 375 meter persegi tersebut menjadi pusat kendali yang merangkum data dari seluruh sirkuit, mulai dari jaringan kabel serat optik sepanjang lebih dari 58 kilometer hingga antena transmisi dua arah.

Sebanyak 140 kru teknis, operasional, dan produksi televisi bekerja berdampingan di dalam ETC untuk memantau sekitar 28 kamera definisi ultra-tinggi di sisi trek, sembilan puluh kamera yang terpasang di bodi mobil, serta 150 mikrofon di sekeliling sirkuit. Seluruh umpan video, audio, dan sensor kendaraan kemudian dikirimkan ke Media & Technology Centre F1 di Biggin Hill, Inggris, untuk diolah menjadi siaran internasional yang disaksikan sekitar 1,6 miliar penonton.

Pemanfaatan Track Pulse untuk Penggemar

Kolaborasi F1 dengan Amazon Web Services (AWS) sejak 2018 memperluas pemanfaatan infrastruktur awan untuk menyaring data sensor mobil melalui alat bernama Track Pulse. Perangkat lunak tersebut kini dapat diakses langsung oleh penonton melalui saluran data F1 untuk memahami momen krusial di lintasan, seperti perubahan kecepatan mendadak, strategi ban, hingga transkrip radio tim secara langsung.

Menurut penasihat teknis dan strategis balap F1 Ruth Buscombe, perangkat berbasis kecerdasan buatan ini memungkinkan penonton rumahan menikmati kedalaman data yang sebelumnya hanya bisa diakses oleh kru internal dan tim strategi. Berbagai wawasan tambahan seperti Battle Forecast untuk memperkirakan waktu menyalip, analisis kinerja ban, hingga pengukuran jarak mobil ke dinding pembatas sirkuit kini disajikan langsung di layar kaca.

Kemitraan strategis ini terus berkembang dengan ditetapkannya AWS sebagai mitra resmi kecerdasan buatan dan komputasi awan bagi FIA selaku badan pengatur Formula One, yang akan merambah simulasi aerodinamika masa depan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *