Ekonomi

Kementan Incar Posisi Eksportir Buah Nomor 1 Dunia

Kementan Incar Posisi Eksportir Buah Nomor 1 Dunia

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian mencanangkan target ambisius untuk membawa Indonesia menjadi negara eksportir buah dan florikultura nomor satu di dunia dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Target tersebut disampaikan dalam pameran Hortikultura Nusa Horti 2026.

Strategi Hilirisasi dan Penguatan Produksi

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Freddy Lumban Gaol menyatakan bahwa pemerintah berupaya mendorong produksi pangan nasional, khususnya komoditas buah-buahan, agar tercapai swasembada sekaligus mampu menembus pasar ekspor global, seperti dilaporkan CNBC Indonesia.

Indonesia saat ini telah memiliki komoditas buah unggulan seperti nanas dan pisang Cavendish yang diproduksi oleh Great Giant Pineapple dan telah berstatus sebagai produsen utama dunia. Di samping itu, kementerian mengoptimalkan potensi plasma nutfah di tanah air demi meningkatkan hasil buah yang sanggup memenuhi berbagai persyaratan internasional, mulai dari aspek kualitas, standar mutu, hingga sistem pengkarantinaan untuk komoditas seperti mangga, salak, dan durian.

Peluang Pasar Ekspor dan Pemanfaatan Teknologi

Kementerian Pertanian terus menggenjot produksi buah segar maupun olahan lokal agar bisa merambah pasar luar negeri. Berbagai jenis durian, misalnya, dinilai memiliki prospek yang sangat besar di pasaran China serta Vietnam.

Guna mengatasi kendala hama, mendongkrak mutu, serta memastikan kepatuhan terhadap standar global, pemerintah memanfaatkan teknologi modern. Selain buah segar, komoditas olahan seperti keripik salak, gedebog pisang, dan produk turunan jahe turut didorong sebagai bagian dari portofolio ekspor nasional.

Prospek serta tantangan Indonesia dalam mendorong ekspor buah ini dibahas lebih lanjut dalam program Squawk Box di CNBC Indonesia pada Kamis, 29/10/2026.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *