Daftar Isi
Krisis infrastruktur akibat banjir dan penanganan bencana yang lambat di pesisir North Carolina memicu frustrasi warga, mengancam basis dukungan Partai Republik di wilayah tersebut. Persaingan memperebutkan kursi kongres di daerah pemilihan pertama negara bagian ini bahkan mencatatkan rekor sebagai pemilu termahal dalam sejarah Amerika Serikat dengan biaya kampanye mencapai lebih dari 52 juta dolar AS.
Kendala Transportasi dan Krisis Ekonomi Pesisir
Aida Havel, seorang kandidat komisi daerah Dare County yang tinggal di Pulau Hatteras, mengungkapkan rasa frustrasinya akibat akses jalan utama yang kerap terputus karena terjangan badai dan banjir. Menurutnya, perjalanan darat yang biasanya hanya memakan waktu 45 menit kini berubah menjadi perjalanan empat jam yang melelahkan karena harus mengandalkan layanan feri.
Kerusakan infrastruktur jalan seperti Highway 12 dan robohnya rumah-rumah di pesisir pantai akibat perubahan iklim telah memukul sektor pariwisata secara telak. Havel menyebutkan bahwa pembatalan berbagai turnamen memancing dan anjloknya jumlah kunjungan wisatawan telah menghancurkan pendapatan para pemilik restoran, toko, hingga penyedia jasa kebersihan di wilayah yang menjadi penyumbang pariwisata terbesar keempat di North Carolina.
Meskipun pemerintah federal melalui FEMA mengumumkan paket bantuan senilai 101 juta dolar AS pada 22 Oktober untuk, antara lain, merobohkan rumah-rumah di Outer Banks yang terancam ambruk, warga menilai belum ada rencana jangka panjang yang memadai untuk mengatasi abrasi garis pantai yang terus mengikis daratan sejauh lebih dari 15 kaki setiap tahunnya.
Dinamika Politik dan Pemetaan Ulang Wilayah
Secara tradisional, Dare County merupakan wilayah basis konservatif yang cenderung memilih Partai Republik. Craig Jones, seorang aktivis Partai Republik setempat, meyakini bahwa kandidat dari partainya, Laurie Buckhout, akan mendominasi perolehan suara di wilayah tersebut karena warga lokal menjunjung tinggi kebebasan individu dan nilai-nilai keluarga.
Namun, peta persaingan berubah setelah parlemen North Carolina yang dikuasai Partai Republik merombak ulang distrik kongres tahun lalu untuk memperbesar peluang kemenangan mereka. Langkah tersebut memperluas cakupan wilayah hingga 20 kabupaten, menciptakan tantangan geografis tersendiri bagi kandidat dalam menjangkau pemilih di daerah pedesaan yang terpencar.
Di sisi lain, petahana dari Partai Demokrat, Don Davis, yang dikenal sebagai salah satu politikus paling konservatif di Kongres, tetap menjadi pesaing tangguh bagi Buckhout. Rekam jejak politik Davis yang kerap berseberangan dengan partainya dalam isu keamanan perbatasan dan pengeluaran anggaran menarik minat pemilih lintas partai di negara bagian dengan konstelasi politik yang terbelah ini.
Persoalan Kebutuhan Sehari-hari dan Layanan Kesehatan
Di luar isu infrastruktur pantai, persoalan biaya hidup dan keterjangkauan kebutuhan pokok menjadi fokus utama para pemilih di berbagai wilayah seperti Rocky Mount. Lorenza Wilkins, kandidat dari Partai Demokrat untuk kursi DPRD tingkat negara bagian, menyatakan bahwa masyarakat saat ini sangat mencemaskan harga bahan makanan, biaya penitipan anak, tagihan utilitas, hingga harga bahan bakar yang terus menekan ekonomi keluarga.
Selain masalah ekonomi, akses layanan kesehatan di daerah pedesaan bagian timur North Carolina juga berada dalam situasi darurat menyusul penutupan fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Umum Martin di Williamston pada tahun 2023. Kondisi ini membuat sebagian warga harus menempuh perjalanan selama berjam-jam untuk mendapatkan pertolongan medis darurat, menggeser isu-isu polarisasi politik nasional menjadi urusan kesejahteraan sehari-hari di tingkat lokal.
Sumber: Environment | The Guardian








