Daftar Isi
Kisah di balik salah satu foto paling ikonik dalam sejarah sepak bola kembali dikenang menjelang pertandingan derby antara AC Milan dan Inter Milan. Gambar tersebut menangkap momen ketenangan di tengah kekacauan ketika gelandang AC Milan Rui Costa bersandar pada bahu bek Inter Marco Materazzi di tengah kepulan asap suar.
Momen Ikonik di Tengah Kekacauan
Fotografer Stefano Rellandini, yang bekerja untuk Reuters, mengabadikan momen tersebut 21 tahun lalu di Stadion San Siro. Menurut Rellandini kepada BBC Sport, Materazzi dikenal memiliki gaya bermain yang keras, sementara Rui Costa dikenal sebagai pemain yang lebih artistik dan tenang. Selama beberapa detik, Materazzi meletakkan sikunya di bahu Rui Costa, dan Rellandini berhasil menangkap satu bingkai foto yang menjadi sejarah.
Foto tersebut merekam akhir dari pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions musim 2005 antara AC Milan dan Inter Milan yang harus dihentikan. Pertandingan dihentikan wasit saat waktu menunjukkan menit ke-73 setelah suporter Inter melemparkan berbagai objek dan suar ke lapangan, yang bahkan mengenai kiper Milan, Dida. Laga tersebut kemudian diberikan kepada Milan yang memimpin agregat tiga gol tanpa balas.
Rellandini menuturkan bahwa atmosfer malam itu sangat luar biasa seperti lazimnya sebuah derby Milan. Situasi mendadak berubah menjadi mirip medan perang setelah wasit menganulir gol dari pemain Inter, Esteban Cambiasso, yang memicu kemarahan suporter di tribun Curva Nord selama lima belas hingga dua puluh menit.
Ketegangan dan Kecamuk di Lapangan
Ketegangan antara kedua klub sekota ini telah terbangun bertahun-tahun sebelumnya. Milan menyingkirkan Inter pada kompetisi yang sama dua tahun sebelumnya lewat aturan gol tandang dan menjuarai Serie A musim 2004-2005. Pemilik Milan Silvio Berlusconi membangun skuad tangguh di bawah asuhan pelatih Carlo Ancelotti dengan deretan pemain bintang seperti Cafu, Jaap Stam, Alessandro Nesta, Paolo Maldini, Andrea Pirlo, hingga Andriy Shevchenko.
Di sisi lain, Inter menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan pemain bintang demi bersaing dengan Milan dan Juventus. Kendati demikian, Inter kerap kesulitan meraih gelar juara dan membawa label sebagai juara bulan Agustus akibat ekspektasi tinggi di bursa transfer yang meredup di akhir musim. Kecurigaan atas ketidakadilan kompetisi juga membayangi para pendukung Inter, di tengah rumor penyelidikan skandal korupsi Calciopoli yang kemudian terkuak pada tahun 2006.
Menjelang pertandingan leg kedua tersebut, para pemain dari kedua kubu merasakan tekanan emosional yang luar biasa hingga kesulitan tidur. Shevchenko membawa Milan unggul lebih dulu pada babak pertama lewat tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti. Namun, kemarahan pendukung Inter memuncak ketika gol sundulan Cambiasso dianulir karena penyerang Julio Cruz dianggap melakukan pelanggaran terhadap Dida.
Hujan Suar dan Keputusan Wasit
Hujan suar dan benda-benda keras langsung berjatuhan dari tribun penonton ke atas rumput San Siro. Salah satu suar menghantam bahu Dida yang sedang berupaya membersihkan area penalti, nyaris mengenai kepalanya. Para pemain berkumpul di tengah lapangan sementara kapten kedua tim berusaha meredemonstrasi wasit Markus Merk dan membantu petugas pemadam kebakaran memadamkan api.
Kedua tim akhirnya dievakuasi melalui terowongan pemain di sudut stadion untuk menghindari lemparan benda dari tribun. Pertandingan sempat dihentikan selama hampir setengah jam sebelum para pemain kembali ke lapangan. Dida yang mengalami luka bakar tingkat pertama pada bagian bahunya digantikan oleh Christian Abbiati, tetapi wasit Markus Merk terpaksa menghentikan pertandingan secara permanen setelah lemparan suar kembali berlanjut hanya berselang tiga puluh detik.
Maldini menyebut keputusan wasit sudah tepat meskipun sempat terkejut laga akan dilanjutkan, sementara Ancelotti dan manajer Inter Roberto Mancini mengecam insiden tersebut sebagai sebuah aib. Kepolisian Milan menuding ratusan suporter garis keras Inter sebagai pelaku kerusuhan, dan Perdana Menteri Italia sekaligus pemilik Milan, Silvio Berlusconi, menyerukan tindakan drastis untuk mengatasi kekerasan di stadion.
Sebagai sanksi, UEFA menjatuhkan denda sebesar 132.000 poundsterling kepada Inter serta memerintahkan mereka untuk menjalani empat pertandingan Eropa tanpa penonton. Milan melaju ke babak semifinal sebelum akhirnya dikalahkan Liverpool di partai final Istanbul lewat drama adu penalti, meski Milan berhasil membalas kekalahan tersebut pada final tahun 2007 di Athena.
Pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions musim 2005 antara AC Milan dan Inter Milan akan disiarkan secara langsung di BBC Two dan iPlayer pada hari Sabtu pukul 19.45 GMT.
Sumber: BBC Sport








