Otomotif

Aksesori Mobil Populer Ini Ternyata Boroskan Bahan Bakar

Aksesori Mobil Populer Ini Ternyata Boroskan Bahan Bakar
Daftar Isi
  1. Dampak Buruk Aerodinamika Rak Atap
  2. Hasil Pengujian Efisiensi Bahan Bakar
  3. Tren Aksesori Bergaya Tangguh

Di tengah harga bahan bakar yang terus membebani pengendara, memaksimalkan jarak tempuh dari setiap tangki bensin menjadi prioritas utama. Selain menjaga tekanan ban dan menginjak pedal gas secara perlahan, terdapat satu aksesori populer di atap kendaraan yang secara diam-diam dapat menguras dompet Anda.

Dampak Buruk Aerodinamika Rak Atap

Produsen mobil menghabiskan jutaan dolar untuk menyempurnakan aerodinamika kendaraan, namun kebutuhan kepraktisan dan tren aksesori aftermarket sering kali memperburuk koefisien hambatan mobil. Rak atap dan kotak kargo memang sangat berguna untuk perjalanan jauh, liburan keluarga, serta kegiatan berkemah. Kendati demikian, mengemudikan kendaraan harian dengan rak atap yang tidak terpakai secara tidak langsung akan memberikan beban tambahan pada efisiensi bahan bakar Anda.

Masalah utama dari rak atap dan aksesori eksterior lainnya adalah peningkatan hambatan aerodinamika serta bobot kendaraan. Aksesori yang dipasang di atap tidak hanya memperluas area frontal kendaraan, tetapi juga mengganggu aliran udara mulus di atas bodi mobil sehingga memicu turbulensi. Berdasarkan prinsip fisika, dampak negatif ini menjadi jauh lebih terasa ketika kendaraan melaju pada kecepatan tinggi, sementara aksesori pabrikan dengan bentuk aerodinamis tetap dapat membebani efisiensi secara keseluruhan.

Hasil Pengujian Efisiensi Bahan Bakar

Seperti dilaporkan CarScoops, pengujian yang dilakukan oleh majalah Car and Driver beberapa tahun lalu menunjukkan bahwa melepas crossbar pabrikan dari mobil uji Kia Carnival menghasilkan peningkatan instan pada konsumsi bahan bakar nyata dari 25 menjadi 28 mpg. Dampak positif tersebut membuat jangkauan berkendara di jalan tol untuk kendaraan jenis minivan ini bertambah sejauh 60 mil atau setara dengan 97 kilometer.

Dalam pengujian terpisah yang dilakukan oleh Consumer Reports, sebuah sedan Nissan Altima mengalami penurunan efisiensi bahan bakar sebesar 11 persen atau 5 mpg pada kecepatan 65 mph atau 105 km per jam saat dipasangi rak atap. Ketika rak tersebut dikombinasikan dengan kotak kargo atap, beban efisiensinya melonjak hingga 19 persen atau 9 mpg. Walaupun efeknya terbukti tidak terlalu drastis pada kendaraan SUV yang memiliki bentuk lebih kotak, mengemudi tanpa menggunakan rak atap dipastikan selalu dapat menghemat pengeluaran bahan bakar.

Tren Aksesori Bergaya Tangguh

Dalam beberapa tahun terakhir, mobil jenis SUV dengan sentuhan gaya tangguh semakin diminati karena para perancang berusaha membuat kendaraan tampak lebih kokoh. Tren ini turut dipicu oleh produsen otomotif lokal di Tiongkok yang mengadopsi berbagai detail dari kendaraan 4×4 ikonis pada rancangan SUV berteknologi tinggi mereka yang mengusung tenaga listrik atau penjelajah jarak.

Kendaraan off-road sejati seperti Jeep Wrangler, Ford Bronco, Land Cruiser, Toyota 4Runner, Mercedes G-Class, dan Land Rover Defender memang tidak dirancang untuk memiliki efisiensi aerodinamis yang tinggi sejak awal. Oleh karena itu, penambahan komponen seperti pelindung fender, pelat selip, suspensi tinggi, snorkel, rak atap, serta lampu LED tambahan tidak akan mengubah profil hambatan kendaraan yang memang sudah berbentuk kotak tersebut secara drastis.

Kendati demikian, pemilihan aksesori serupa pada kendaraan jenis crossover lunak, SUV perkotaan, hatchback, wagon, serta minivan justru akan memaksa pengemudinya untuk lebih sering mendarat di SPBU. Kondisi ini pada akhirnya menambah beban pengeluaran yang sebenarnya dapat dihindari di tengah meningkatnya biaya kepemilikan kendaraan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *