Kumpulan data suhu jangka panjang utama milik Biro Meteorologi Australia kembali menjadi sasaran kritik dari pihak-pihak yang meragukan perubahan iklim. Surat kabar The Australian baru-baru ini meluncurkan kampanye pemberitaan berdasarkan sebuah audit independen yang menuding adanya kesalahan meluas dalam catatan suhu tersebut.
Pemeriksaan Data dan Tanggapan Biro Meteorologi
Biro Meteorologi Australia mencatat bahwa iklim negara tersebut telah menghangat lebih dari 1,5 derajat Celsius sejak 1910. Laporan audit yang dikutip oleh The Australian disusun oleh seorang pensiunan ilmuwan dan mantan insinyur komputer, yang mengklaim menemukan berbagai masalah mulai dari duplikasi data hingga pola intervensi manusia dalam catatan suhu. Mantan perdana menteri Tony Abbott serta beberapa media lain turut merespons klaim ini dengan menyerukan tinjauan independen.
Menanggapi laporan tersebut, pihak biro menyatakan bahwa tuduhan adanya manipulasi atau intervensi manusia dalam data adalah keliru dan tidak berdasar. Berdasarkan penjelasan biro seperti dilaporkan The Guardian, sebagian kecil data memang mengalami duplikasi yang berasal dari catatan tulis tangan masa lalu yang didigitalisasi secara manual sebelum tahun 1946. Namun, dampak dari duplikasi tersebut dinilai sangat kecil sehingga tidak relevan secara statistik terhadap rekor suhu jangka panjang Australia.
Metodologi Audit dan Latar Belakang Penulis
Laporan audit tersebut tidak mencantumkan metodologi secara rinci dan hanya menyebutkan penggunaan perangkat lunak statistik serta kode komputer. Salah satu temuan yang disorot oleh jurnalis lingkungan The Australian, Graham Lloyd, adalah duplikasi data suhu minimum Agustus 1907 di Observatory Hill, Sydney, yang tercatat sama dengan data Agustus 1867. Kendati demikian, data sebelum tahun 1910 sebenarnya tidak digunakan dalam jaringan referensi iklim utama biro yang disebut ACORN-SAT (Australian Climate Observations Reference Network – Surface Air Temperature).
Laporan audit itu ditulis oleh Tom Berger dan Geoff Sherrington. Tom Berger digambarkan sebagai mantan insinyur komputer yang juga berprofesi sebagai penghibur korporat, sementara Geoff Sherrington adalah pensiunan geokimiawan perusahaan tambang yang pernah menandatangani deklarasi penolakan terhadap peran karbon dioksida dalam iklim. Dokumen audit tersebut diteruskan ke biro oleh anggota parlemen independen asal Tasmania, Andrew Wilkie. Kepada The Guardian, Wilkie menyatakan bahwa dirinya merasa tidak nyaman dan menilai pemberitaan The Australian sangat bersemangat untuk memuaskan para pembacanya, seraya menambahkan bahwa ia tidak memiliki alasan untuk menarik kembali kepercayaannya terhadap integritas biro.
Serangan terhadap catatan suhu Biro Meteorologi Australia oleh para penyangkal sains iklim telah berlangsung selama lebih dari 15 tahun. Guardian Australia telah berupaya meminta tanggapan dari surat kabar The Australian terkait pemberitaan tersebut.
Sumber: Environment | The Guardian







