Badai Topan Champi memakan korban jiwa satu orang dan mengakibatkan lebih dari 500 warga mengalami luka-luka saat melintasi wilayah Taiwan pada Sabtu.
Dampak Kerusakan dan Pemadaman Listrik
Dinas pemadam kebakaran setempat menyampaikan bahwa satu korban tewas tersebut merupakan seorang pria yang terseret ombak besar di Pulau Liuqiu. Setidaknya 527 orang lainnya menderita luka-luka di tengah terjangan angin kencang dan guyuran hujan lebat.
Hujan deras dan angin kencang yang melanda berbagai kawasan di Taiwan memaksa pihak berwenang melakukan pemutusan aliran listrik. Berdasarkan laporan surat kabar lokal United Daily News yang dikutip Deutsche Welle: DW.com – Top Stories, sekitar 280.000 rumah sempat mengalami pemadaman, sebelum akhirnya aliran listrik berhasil dipulihkan bagi 80 persen rumah tangga pada Sabtu pagi.
Kementerian Transportasi mengungkapkan bahwa badai ini turut memicu pembatalan sebanyak 259 penerbangan, angka yang menunjukkan perbaikan dibandingkan hari Jumat ketika jumlah penerbangan yang dibatalkan mencapai hampir 1.000 penerbangan. Sementara itu, embusan angin kencang di ibu kota Taipei menyebabkan sejumlah pohon tumbang.
Pemerintah di sejumlah distrik wilayah utara dan tengah Taiwan, termasuk Taipei, menetapkan perpanjangan hari libur berupa penutupan kantor dan sekolah untuk hari kedua pada hari Sabtu.
Pergerakan Menuju China dan Kekuatan Badai
Setelah melewati Taiwan, Topan Champi bergerak ke arah utara menuju pesisir China sambil terus melemah, meskipun badai tersebut diprediksi tidak akan mendarat di daratan China.
Menanggapi kedatangan badai ini, aparat berwenang di China mengerahkan tim ke provinsi timur Zhejiang serta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang dan hujan lebat hingga hari Minggu. Pemerintah China menyiagakan 400 personel penyelamat beserta 600 unit peralatan, sementara lebih dari 41.000 petugas pemadam kebakaran ditempatkan dalam status siaga darurat.
Berdasarkan keterangan Badan Cuaca Sentral Taiwan (CWA), Topan Champi awalnya terbentuk sebagai topan super dan tercatat sebagai salah satu badai terkuat di kawasan Pasifik pada tahun ini. Meskipun kekuatannya telah berkurang, Champi masih terpantau membawa embusan angin dengan kecepatan sekitar 78 kilometer per jam di dekat pusatnya.







