Meta memutuskan untuk menunda rencana pembaruan persyaratan komersial bagi pengguna akun Meta Business tanpa batas waktu yang ditentukan. Langkah ini diambil setelah gelombang protes selama berminggu-minggu mengenai kewajiban pemilik akun mengizinkan penarikan data secara masif pada situs web eksternal yang ditautkan di Facebook untuk pelatihan kecerdasan buatan (AI).
Juru bicara Meta mengonfirmasi keputusan tersebut kepada Reuters, menyatakan bahwa perusahaan menangguhkan perubahan untuk berdiskusi dengan para pemangku kepentingan. “We’re pausing the changes as we continue to engage with stakeholders and take our time to get this right. In the meantime, our existing terms remain in effect,” ujar perwakilan Meta tersebut.
Kekhawatiran Industri Media
Kekhawatiran mencuat tidak lama setelah Meta mengirimkan pemberitahuan perubahan ketentuan kepada para pemilik akun bisnis. Mengutip laporan Nieman Lab, sejumlah pakar hukum memperingatkan bahwa penggunaan bahasa yang multitafsir berpotensi membuat Meta mengabaikan preferensi penarikan data pada berkas robots.txt, lalu menyedot konten di luar ekosistem Facebook untuk pelatihan model AI mereka. Hal ini memicu alarm bagi industri pers, mengingat hampir seluruh penerbit media mengoperasikan laman Facebook dan kebijakan tersebut dinilai dapat membebaskan Meta dari kewajiban membayar biaya lisensi bernilai jutaan dolar.
Seperti diulas oleh Ars Technica saat menganalisis klausul tersebut, entitas bisnis dan penerbit berita tidak diberi ruang untuk menolak aturan baru jika ingin tetap mempertahankan akun Facebook mereka. Ketentuan tersebut mewajibkan penayangan izin perayapan data ke seluruh situs luar yang ditautkan, bahkan menuntut penyedia konten memberikan akun verifikasi uji coba agar sistem otomatis Meta dapat melewati sistem berbayar atau paywall.
Penolakan di Berbagai Negara
Pemberlakuan syarat baru tersebut semula direncanakan mulai berjalan pada 30 Oktober, sebelum akhirnya dimundurkan ke 20 November akibat desakan para pengguna serta regulator internasional. Sebagaimana dilaporkan Nieman Lab, pengadilan di Brasil dan Norwegia menerbitkan putusan sela untuk memblokir klausul tersebut menyusul gugatan hukum yang diajukan organisasi di masing-masing negara.
Penyelidikan resmi juga dibuka oleh Otoritas Persaingan dan Pasar (CMA) Inggris guna menelusuri potensi penyalahgunaan dominasi pasar oleh Meta dalam mengumpulkan data pelatihan AI. Menanggapi manuver tersebut melalui unggahan di LinkedIn, Chief Executive News Media Association Inggris Theo Bamber menyebut sikap Meta sangat mengejutkan dengan menganggap semua pihak akan menerima langkah perusahaannya begitu saja.
Sumber: Ars Technica - All content








