Daftar Isi
Setidaknya enam orang tewas dan 16 lainnya mengalami luka-luka dalam sebuah insiden penembakan yang terjadi di alun-alun pasar utama Kota Krakow, Polandia bagian selatan, pada Sabtu (15/10). Pelaku penembakan merupakan seorang pria warga negara Polandia berusia 25 tahun yang beraksi seorang diri dan terluka dalam baku tembak dengan kepolisian setempat menurut keterangan pihak berwenang.
Aksi Penembakan Acak di Destinasi Wisata
Pelaku mengarahkan tembakannya kepada orang-orang secara acak saat mengemudikan kendaraan melintasi alun-alun kota yang menjadi salah satu daya tarik wisata populer tersebut. Kepolisian menyatakan lewat platform X bahwa sekitar pukul 15.00 waktu setempat, seorang pria yang memasuki area alun-alun dengan mobil mulai melepaskan tembakan ke arah warga dari dalam kendaraannya, dan menyebutkan bahwa ada petugas kepolisian yang turut menjadi korban luka.
Pelaku tertembak oleh petugas kepolisian dan langsung dilarikan menuju rumah sakit. Pihak berwenang kemudian menjelaskan bahwa pria tersebut berkendara ke beberapa titik di area alun-alun dan memberondongkan tembakan menggunakan senjata otomatis di setiap lokasi.
Kepala Kepolisian Polandia, Marek Boron, menyampaikan kepada para awak media bahwa terdapat seorang warga negara Inggris di antara para korban tewas. Terdapat enam korban jiwa yang terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki, dengan perincian tiga perempuan warga Polandia, satu warga negara Inggris, serta dua orang lainnya yang identitasnya belum teridentifikasi.
Kepolisian Krakow sebelumnya menginformasikan bahwa lima dari 16 korban luka dalam penembakan tersebut merupakan warga negara asing. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri mengonfirmasi bahwa para korban luka berasal dari Austria, Jerman, Portugal, Rusia, dan Inggris.
Penemuan Jenazah di Kediaman Pelaku
Pada Sabtu malam, Perdana Menteri Donald Tusk mengungkapkan bahwa kepolisian menemukan jenazah dua perempuan dan seorang pria di dalam rumah pelaku. Terdapat banyak indikasi kuat yang menunjukkan bahwa para korban merupakan anggota keluarga inti dari sang tersangka.
Tempat kediaman tersebut terletak di Ostrowiec Swietokrzyski, sebuah kota yang berjarak sekitar 150 kilometer di sebelah timur laut Krakow. Perdana Menteri Tusk menyatakan bahwa temuan tersebut merupakan kelanjutan dari tragedi yang sedang terjadi.
Menteri Dalam Negeri Polandia, Marcin Kierwinski, menyatakan bahwa pelaku yang identitasnya tidak disebutkan tersebut memiliki ketertarikan terhadap ideologi sayap kanan serta memegang pandangan ultranasionalis dan radikal. Juru bicara Kepolisian Krakow, Katarzyna Cislo, menyebutkan bahwa pelaku mengenakan pakaian bergaya militer serta rompi anti-peluru dan menggunakan senjata laras panjang dalam melancarkan aksinya.
Sejumlah senjata lain beserta amunisi juga ditemukan di dalam mobil yang digunakan oleh pelaku penembakan tersebut. Krakow sendiri terletak sekitar 250 kilometer dari ibu kota Polandia, Warsawa, dengan populasi lebih dari 800.000 jiwa sebagai kota terbesar kedua di negara tersebut.
Respons Nasional dan Internasional
Perdana Menteri Tusk menyampaikan melalui unggahan di X bahwa kepolisian sedang menginvestigasi serangan tersebut dan menyebut insiden itu sebagai sebuah tragedi. Tusk kemudian mengumumkan bahwa Polandia akan menetapkan dua hari masa berkabung untuk mengenang para korban tewas.
Presiden Polandia, Karol Nawrocki, turut menuliskan di X bahwa doa dan pikirannya menyertai para korban tewas maupun korban luka beserta seluruh keluarga mereka. Sejumlah politisi Eropa juga menunjukkan dukungan mereka, di mana pejabat tinggi urusan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan bahwa penembakan tersebut merupakan tragedi yang dampaknya dirasakan jauh melampaui batas wilayah Polandia dan menegaskan bahwa Polandia tidak berdiri sendiri.
Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menuliskan di X bahwa dirinya sangat berduka atas peristiwa di Krakow dan menyampaikan bahwa Jerman berdiri bersama Polandia sebagai sahabat serta mitra di tengah masa-masa sulit ini.








