Dunia

Penembakan Massal di Krakow Polandia Tewaskan Enam Orang

Penembakan Massal di Krakow Polandia Tewaskan Enam Orang
Daftar Isi
  1. Kronologi Serangan dan Penangkapan Pelaku
  2. Jumlah Korban Jiwa dan Luka-Luka
  3. Profil Tersangka dan Motif Penembakan
  4. Keterangan Saksi Mata di Lokasi Kejadian
  5. Reaksi Nasional dan Internasional

Setidaknya enam orang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka ketika seorang pria bersenjata yang diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok sayap kanan melepaskan tembakan di pusat kota Krakow, Polandia. Polisi juga menemukan tiga jenazah di rumah pelaku saat melakukan penggeledahan lanjutan.

Kronologi Serangan dan Penangkapan Pelaku

Peristiwa penembakan tersebut bermula menjelang pukul 15.00 waktu setempat di Alun-Alun Utama Krakow yang merupakan titik keramaian di kota tersebut. Kepolisian menyatakan bahwa seorang pria berkendara menuju Alun-Alun sebelum mulai menembaki orang-orang secara acak langsung dari kendaraannya.

Sebuah tram yang sedang melintas turut menjadi sasaran tembakan hingga kacanya pecah, namun tidak ada penumpang yang mengalami luka. Petugas kepolisian bersenjata segera mendatangi lokasi dan terlibat baku tembak dengan pelaku yang akhirnya berhasil dilumpuhkan dan ditembak dalam waktu tiga menit sejak serangan dimulai.

Pelaku penembakan tersebut mengalami luka-luka namun masih hidup dan telah ditahan oleh aparat. Rekaman video terverifikasi seperti dilansir BBC News menunjukkan momen ketika seorang petugas polisi menghadapi tersangka di atas tanah sebelum melepaskan tembakan beberapa kali. Petugas tersebut kemudian terjatuh ke tanah karena diduga turut terluka dalam insiden itu.

Aparat keamanan sempat memeriksa mobil tersangka yang ditemukan di persimpangan jalan Dietla dan Stradomska untuk mengantisipasi potensi bahan peledak, namun tidak ditemukan adanya bahan peledak. Penduduk dari bangunan di sekitar lokasi sempat dievakuasi selama proses operasi berlangsung.

Jumlah Korban Jiwa dan Luka-Luka

Sebanyak enam orang yang terdiri atas empat perempuan dan dua laki-laki dipastikan meninggal dunia, termasuk di antaranya seorang warga negara Inggris. Tiga korban merupakan warga Polandia dan dua korban lainnya belum teridentifikasi.

Sebanyak enam belas orang, termasuk lima warga negara asing dan pelaku, dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Di antara mereka yang dirawat terdapat dua anggota kepolisian yang tertembak saat berupaya melumpuhkan pelaku. Kementerian Dalam Negeri Polandia menyebutkan para korban luka berasal dari Inggris, Austria, Rusia, Jerman, dan Portugal.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengonfirmasi identitas dua polisi yang terluka yaitu Senior Constable Jakub Kulik dan Senior Constable Artur Morański. Donald Tusk menambahkan bahwa tiga jenazah yang terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki ditemukan di kediaman pelaku saat digeledah pascainsiden. Salah satu petugas kepolisian dilaporkan berada dalam kondisi sangat kritis usai tertembak tiga kali dan harus menjalani tindakan operasi.

Profil Tersangka dan Motif Penembakan

Pihak kepolisian mengidentifikasi pelaku sebagai seorang pria berkebangsaan Polandia berusia 25 tahun, namun identitas namanya belum dipublikasikan kepada publik. Juru bicara kepolisian menjelaskan bahwa tersangka mengenakan pakaian bergaya militer serta membawa senjata standar militer, meskipun otoritas memastikan pelaku bukan seorang prajurit. Sejumlah senjata dan amunisi ditemukan di dalam kendaraan yang digunakannya. Media setempat melaporkan bahwa tersangka memiliki izin kepemilikan senjata api dan diduga memperoleh senjata tersebut dari rumah keluarganya.

Seorang menteri mengungkapkan bahwa hasil investigasi awal menunjukkan pelaku terinspirasi oleh ideologi sayap kanan dan menggambarkannya sebagai seorang ultra-nasionalis. Rumah tersangka saat ini tengah digeledah dengan dukungan dari kepolisian unit kontraterorisme.

Keterangan Saksi Mata di Lokasi Kejadian

Insiden penembakan ini terjadi di salah satu alun-alun abad pertengahan terbesar di Eropa yang selalu padat pengunjung dan menjadi destinasi wisata populer. Jonathan Balshaw, seorang warga yang sedang berada di lokasi bersama kekasihnya di dekat Basilika St Mary, menuturkan bahwa mereka langsung menyelamatkan diri ke dalam gereja.

Saksi mata tersebut mendapati suara tembakan terdengar sangat banyak, yakni lebih dari 20 kali tembakan dengan suara yang mengindikasikan penggunaan beberapa senjata api berbeda. Sementara itu, Caitlin Shasby yang baru tiba di Krakow bersama temannya untuk menikmati liburan akhir pekan mengaku mendengar suara tembakan dari kamar hotel sebelum akhirnya pihak hotel menghubungi mereka agar tetap berada di dalam kamar hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Reaksi Nasional dan Internasional

Perdana Menteri Donald Tusk yang melakukan perjalanan langsung ke Krakow menyatakan bahwa negaranya belum pernah mengalami kasus terorisme separah ini sebelumnya dan menyebut serangan tersebut sebagai tindakan kejam terhadap kehidupan manusia. Wali Kota Krakow Łukasz Gibała telah menandatangani surat keputusan yang mendeklarasikan masa berkabung di kota tersebut hingga hari Rabu, 11 November.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Polandia Tom Rose menyampaikan bahwa insiden tersebut merupakan serangan yang biadab dan mematikan. Perwakilan Tinggi Uni Eropa Kaja Kallas turut menyampaikan tanggapan bahwa peristiwa penembakan ini merupakan sebuah tragedi yang dampaknya dirasakan jauh melampaui batas wilayah Polandia.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *