Sejumlah kapal tanker yang membawa diesel Rusia dengan status sanksi dilaporkan mengubah arah pelayaran setelah sebelumnya berniat menuju Amerika Serikat. Data dari perusahaan data kelautan Kpler serta situs pemantau lalu lintas kapal MarineTraffic.com mencatat bahwa satu kapal mengarah ke Brasil dan kapal lainnya memasuki wilayah Laut Mediterania.
Perubahan Rute di Tengah Kontroversi
Kapal-kapal tanker tersebut berangkat dari pelabuhan Primorsk di Laut Baltik pada bulan lalu dengan tujuan awal Pantai Timur AS. Berdasarkan laporan surat kabar Inggris The Financial Times pada Rabu, dua dari kapal itu tampak mengalihkan tujuan dan tidak lagi berlayar ke Amerika Serikat. Sementara itu, sebuah kapal ketiga yang masih berada di Atlantik Utara mengubah tujuannya dari New York menjadi “untuk perintah” tanpa mencantumkan titik bongkar muatan.
Peristiwa ini terjadi menyusul langkah Presiden AS Donald Trump yang melonggarkan sanksi minyak Rusia bulan lalu. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan dengan pemimpin Rusia Vladimir Putin untuk memasok diesel langsung ke AS demi meredam lonjakan harga bahan bakar di dalam negeri. Kesepakatan itu memicu kritik tajam di Ukraina dan Eropa, serta menimbulkan tantangan logistik karena sanksi terhadap Rusia secara resmi masih berlaku. Di samping itu, volume diesel yang dibahas sebelumnya juga dilaporkan hanya mencakup sebagian kecil dari kebutuhan harian AS.
Respons Pejabat Rusia dan Penolakan di Tingkat Lokal
Pihak Rusia memberikan tanggapan beragam terkait laporan pengalihan rute tersebut. Utusan sekaligus negosiator Rusia, Kirill Dmitriev, menyatakan pada Kamis bahwa kapal-kapal pengangkut diesel tujuan AS tersebut masih berada di jalur yang benar. “Palsu. Tanker yang ditujukan untuk AS terus berjalan sesuai jalur,” tulis Dmitriev melalui platform X seperti dikutip oleh Deutsche Welle: DW.com – Top Stories. Sementara itu, juru bicara Putin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa rincian pengiriman merupakan urusan komersial yang tidak dapat dipublikasikan dan menegaskan bahwa seluruh diesel akan menemukan pembelinya.
Di dalam negeri AS, penolakan terhadap masuknya bahan bakar tersebut datang dari pejabat daerah. Gubernur New Jersey Mikie Sherrill memperingatkan para operator pelabuhan dan terminal untuk menolak kapal-kapal pembawa bahan bakar tersebut. Melalui surat yang dikirimkan awal pekan ini, ia menegaskan bahwa setiap upaya mengambil keuntungan dari perdagangan bahan bakar Rusia yang dianggap ilegal akan menghadapi sanksi berat. Sherrill menuding pemerintahan Trump tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan larangan impor yang telah disahkan oleh Kongres lebih dari empat tahun lalu, seraya memastikan New Jersey akan bertindak mencegah fasilitas dan perusahaan negara bagian menangani bahan bakar Rusia. Sikap serupa juga disampaikan oleh Senator Connecticut Richard Blumenthal melalui surat bertanggal 27 Oktober yang mengingatkan perusahaan pelayaran agar tidak melanggar sanksi pelarangan impor bahan bakar Rusia.








