Dunia

Kubus Uranium Ungkap Kegagalan Proyek Nuklir Nazi Jerman

Kubus Uranium Ungkap Kegagalan Proyek Nuklir Nazi Jerman

Pada masa Perang Dunia II, para fisikawan Proyek Manhattan sempat mencemaskan kemungkinan program nuklir Nazi Jerman berhasil menciptakan bom nuklir pertama sebelum Amerika Serikat dan sekutunya. Namun, hal tersebut tidak pernah terjadi, dan para sejarawan terus memperdebatkan seberapa dekat keberhasilan Jerman dalam upaya terakhir mereka membangun reaktor melalui tumpukan B8. Werner Heisenberg selaku pemimpin proyek tersebut sempat menyatakan bahwa mereka sudah sangat dekat dan hanya membutuhkan sedikit tambahan uranium.

Kekurangan Pasokan Bahan

Berdasarkan sebuah makalah yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences Nexus, klaim tersebut tidaklah benar. Proyek nuklir tersebut ternyata tidak memiliki kecukupan pasokan uranium serta air berat untuk membangun reaktor yang berfungsi berdasarkan desain yang mereka gunakan.

Penelitian ini bermula pada tahun 2013 ketika fisikawan Universitas Maryland, Timothy Koeth, yang juga merupakan salah satu penulis makalah tersebut, menerima hadiah berupa kubus logam berat misterius dari seorang teman. Ia langsung mengenali benda tersebut sebagai salah satu kubus uranium yang dipakai para ilmuwan Jerman dalam eksperimen reaktor nuklir yang gagal. Saat ini, diketahui hanya tersisa 14 kubus serupa di seluruh dunia.

Pelacakan Asal-Usul Kubus

Pada tahun 2019, dilaporkan mengenai penelusuran Koeth untuk melacak asal-usul kubus tersebut beserta beberapa kubus lain yang berhasil dibawa menyeberangi Samudra Atlantik. Bersama rekan penelitinya yang saat itu merupakan mahasiswa pascasarjana, Miriam Hiebert, mereka berhasil menemukan 10 kubus di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Salah satu benda tersebut ditemukan tersimpan di Smithsonian Institute. Sementara itu, kubus ketiga berhasil dilacak berada di Universitas Harvard dan kerap digunakan sebagai bahan peraga bagi para mahasiswa di kelas pengantar fisika.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *