Kota Alexandria di Virginia, Amerika Serikat, mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan seluruh 61 kamera pembaca pelat nomor kendaraan (ALPR) buatan Flock Safety paling lambat pada 30 Oktober. Kebijakan ini diambil menyusul gelombang penolakan publik terkait masalah privasi dan akses terhadap data lokasi kendaraan.
Audit dan Pencopotan Perangkat
Seperti dilaporkan FOX 5 DC, Kepala Kepolisian Tarrick McGuire menyampaikan kepada para pemimpin kota bahwa pihak perusahaan Flock menyadari masa operasional mereka di Alexandria akan segera berakhir. Setelah penonaktifan selesai, kepolisian berencana melakukan audit pada tanggal 2 November untuk memastikan kamera-kamera tersebut benar-benar mati. Kepolisian Alexandria menyatakan bahwa data yang berkaitan dengan investigasi aktif akan tetap disimpan, namun akses pengguna akan dicabut pada 1 Desember. Selanjutnya, pihak kepolisian berencana mencopot seluruh perangkat kamera secara fisik pada bulan terakhir tahun ini.
Sebelumnya, pihak kepolisian mengakui teknologi tersebut membantu menemukan mobil curian serta melacak orang hilang. Berdasarkan catatan antara 1 Agustus 2025 dan 31 Agustus 2026, teknologi pembaca pelat nomor itu berkontribusi dalam menemukan 35 kendaraan curian, empat pucuk senjata api, serta tiga orang hilang. Kendati demikian, kemampuan pelacakan kamera ini tidak hanya terbatas pada pelat nomor, melainkan mencakup merek, model, warna mobil, hingga detail kecil seperti stiker bumper dan kerusakan unik. Kemampuan pengawasan yang luas ini memicu perdebatan penting mengenai siapa yang berhak melakukan pencarian dan apa alasannya.
Kendala Teknis dan Penonaktifan Sepihak
Berdasarkan laporan The Drive, permasalahan serupa juga terjadi di Dayton, Minnesota, di mana kota tersebut memutuskan menghentikan program Flock pada bulan Agustus. Pada bulan September, kota tersebut mendapati adanya perintah kerja pemeliharaan dan telah menegaskan kepada perusahaan bahwa program ditunda, namun dua kamera justru dipasang kembali tanpa izin. Sementara itu di wilayah Plymouth yang berada di dekatnya, Kepala Kepolisian Eric Fadden menyatakan bahwa setelah tidak mendapat respons dari tim korporat maupun hukum Flock selama lebih dari seminggu, pihaknya memerintahkan staf untuk mencopot kabel daya kamera tersebut. Menanggapi situasi ini, pihak Flock menyatakan kepada KARE 11 bahwa mereka menghormati keputusan kedua kota tersebut dan sedang bekerja sama untuk mencopot perangkat-perangkat itu.
Diskusi lanjutan mengenai pengawasan di Virginia dijadwalkan akan kembali digelar pada 10 November. Para pejabat setempat berencana merumuskan pedoman yang mencakup aspek pengawasan, transparansi, audit, serta keterlibatan masyarakat, di mana penempatan perangkat di masa depan nantinya memerlukan persetujuan dewan kota.







