Teknologi

Saham Qualcomm Anjlok 7% Akibat Proyeksi Laba Melemah

Saham Qualcomm Anjlok 7% Akibat Proyeksi Laba Melemah

Produsen chip asal Amerika Serikat, Qualcomm, melaporkan kinerja keuangan kuartalan yang melampaui estimasi Wall Street. Namun, saham perusahaan mengalami penurunan hingga 7 persen pada perdagangan setelah jam kerja resmi akibat perkiraan laba kuartal berjalan yang lebih rendah dari perkiraan para analis.

Proyeksi Keuangan dan Tekanan Pasar Ponsel

Berdasarkan konsensus LSEG yang dilaporkan CNBC, Qualcomm membukukan laba per saham (EPS) disesuaikan sebesar 2,17 dolar AS, sedikit di atas ekspektasi pasar sebesar 2,16 dolar AS. Sementara itu, pendapatan disesuaikan mencapai 10,44 miliar dolar AS. Kendati demikian, total pendapatan disesuaikan perusahaan mengalami penurunan sebesar 7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Untuk kuartal berjalan, Qualcomm memperkirakan laba per saham berada di rentang 2,15 dolar AS hingga 2,35 dolar AS dengan target pendapatan sebesar 10,4 miliar hingga 11,2 miliar dolar AS. Angka proyeksi laba tersebut berada di bawah estimasi analis yang menargetkan laba per saham sebesar 2,27 dolar AS, meskipun proyeksi pendapatan masih berada di kisaran estimasi 10,48 miliar dolar AS.

Sebagian besar penjualan chip Qualcomm berasal dari sistem dalam chip (SoC) dan modem untuk ponsel pintar. Sektor ini sedang menghadapi tantangan berat akibat lonjakan biaya memori yang memaksa produsen ponsel menaikkan harga jual, sehingga menekan tingkat permintaan konsumen. Meski Qualcomm telah menaikkan harga pada September lalu, penjualan chip ponsel tercatat anjlok 26 persen secara tahunan menjadi 5,14 miliar dolar AS, lebih rendah dari estimasi StreetAccount sebesar 5,21 miliar dolar AS. Perusahaan mencatat adanya pertumbuhan sekuensial awal serta mengindikasikan pengiriman perangkat Android di Tiongkok telah mencapai titik terendah, walaupun pasar ponsel diprediksi cenderung stagnan hingga 2027.

Ekspansi ke Pusat Data AI dan Kinerja Sektor Lain

Di bawah kepemimpinan Chief Executive Officer (CEO) Cristiano Amon, Qualcomm terus mengalihkan perhatian investor ke lini bisnis chip lainnya, termasuk pasar infrastruktur pusat data kecerdasan buatan (AI) yang berkembang pesat. Sepanjang kuartal ini, Qualcomm meraup pendapatan sebesar 650 juta dolar AS dari sektor pusat data yang utamanya berasal dari pekerjaan kustomisasi dan konektivitas. Perusahaan menargetkan pendapatan dari sektor pusat data mencapai 5 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2027 setelah berhasil menggaet pelanggan konektivitas optik baru dan bermitra dengan penyedia layanan skala besar (hyperscaler) global.

Amon menuturkan bahwa perusahaan sebenarnya tidak menghadapi kendala dari sisi permintaan, melainkan keterbatasan pasokan. Menurutnya, hasil kinerja perusahaan berpeluang lebih baik jika ketersediaan pasokan lebih mencukupi.

Di sisi lain, divisi otomotif Qualcomm mencatatkan lonjakan pendapatan sebesar 89 persen secara tahunan menjadi 1,99 miliar dolar AS, melampaui proyeksi StreetAccount sebesar 1,66 miliar dolar AS. Sementara itu, pendapatan dari sektor Internet of Things (IoT)—yang mencakup chip berdaya rendah, SoC kacamata pintar, chip laptop, serta infrastruktur seluler—naik 4 persen menjadi 1,88 miliar dolar AS. Pencapaian ini didorong oleh pengumuman kerja sama teknologi dengan SpaceX untuk pengembangan jaringan seluler.

Adapun divisi lisensi Qualcomm (QTL), yang mengelola hak kekayaan intelektual teknologi 5G, membukukan penurunan pendapatan sebesar 7 persen menjadi 1,3 miliar dolar AS, sejalan dengan estimasi StreetAccount. Selama kuartal tersebut, Qualcomm telah memperbarui perjanjian lisensi dengan beberapa produsen besar seperti Apple, Huawei, dan Transsion. Amon menegaskan bahwa divisi QTL akan terus menjaga skalanya di masa mendatang.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *