Perusahaan pengembang pusat data kecerdasan buatan, Nscale, mendatangkan sebuah kapal tongkang yang sebelumnya digunakan untuk menahan migran demi menampung para pekerja konstruksi tambahan, sebagaimana dilaporkan oleh Futurism.
Proyek Pusat Data yang Mengalami Keterlambatan
Fasilitas tersebut merupakan proyek pusat data berkapasitas 30 megawatt yang sedang dibangun di Glomfjord, Norwegia. Nscale merupakan perusahaan asal Inggris yang menawarkan pembangunan dan pengadaan perangkat keras sebelum menyewakannya kepada raksasa teknologi seperti Google dan Anthropic. Kendati demikian, proyek ini tertinggal enam bulan dari jadwal yang ditentukan dan saat ini baru menghasilkan daya komputasi sebesar 6,4 megawatt dari target 30 megawatt.
Menurut Bloomberg, kemunduran jadwal tersebut disebabkan oleh kualitas manufaktur yang buruk, para pegawai yang bekerja terlalu lelah, serta minimnya standar kesehatan dan keselamatan kerja. Proyek ini menghadapi kendala pada sistem pendingin di wilayah Lingkar Arktik, serta sebuah kabel tegangan tinggi yang dibiarkan memburuk di luar ruangan selama enam bulan hingga memicu kebakaran akibat korsleting listrik.
Penggunaan Kapal Akomodasi untuk Pekerja
Untuk mempercepat proyek yang bermasalah ini, Nscale merekrut ratusan kontraktor tambahan. Mengingat Glomfjord hanya dihuni oleh sekitar 1.000 penduduk dan seluruh kamar hotel telah penuh, perusahaan terpaksa mendatangkan Kapal Akomodasi Kalmar untuk menjadi tempat tinggal para pekerja.
Berdasarkan keterangan Chevalier Flotels, kapal Kalmar menyediakan 220 kabin yang dilengkapi televisi, jaringan WiFi, kamar mandi bersama, dua restoran, area rekreasi, ruang kantor, fasilitas binatu, serta sebuah bar. Di sisi lain, situs web Chevalier Floatels mencatat bahwa kapal tersebut juga difungsikan sebagai pusat pengungsi terapung yang mampu menampung hingga 680 orang, sementara Bloomberg melaporkan kapal itu pernah dipakai untuk menahan para migran di Belanda.






