Ekonomi

Bursa Berjangka AS Bergerak Tipis Usai Reli Pemilu

Bursa Berjangka AS Bergerak Tipis Usai Reli Pemilu

Kontrak berjangka saham Amerika Serikat mengalami kenaikan tipis pada Rabu malam menyusul aksi reli yang didorong oleh anjloknya harga minyak serta kepastian kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu. Kontrak berjangka yang terikat dengan Dow Jones Industrial Average bertambah 90 poin atau 0,2 persen.

Pergerakan Pasar dan Laporan Keuangan

Kontrak berjangka S&P 500 tercatat naik 0,1 persen, sementara kontrak berjangka Nasdaq-100 tidak mengalami perubahan. Selepas penutupan perdagangan hari Rabu, produsen cip Qualcomm mengumumkan perolehan laba yang melampaui estimasi, namun sahamnya justru merosot 6,5 persen. Di sisi lain, perusahaan periklanan berbasis kecerdasan buatan AppLovin melonjak hampir 24 persen setelah mencatatkan hasil kinerja yang melampaui perkiraan serta merilis proyeksi yang mengungguli ekspektasi.

Pasar saham pada Rabu mengalami lonjakan seiring penurunan harga minyak mentah. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate merosot lebih dari 8 persen dan ditutup pada level 88,12 dolar AS per barel. Indeks Dow Jones melonjak lebih dari 1.500 poin atau 3 persen untuk mencatatkan hari terbaiknya sejak April 2025, sedangkan S&P 500 menguat 1,6 persen. Pergerakan tersebut terjadi setelah Wakil Presiden JD Vance menyalahkan perang Iran atas kekalahan Partai Republik dalam pemilu paruh waktu pada hari Selasa.

Dampak Hasil Pemilu dan Pasar Global

Di kawasan Asia, Nikkei 225 Jepang menguat 0,49 persen pada hari Kamis, dan indeks Topix bertambah lebih dari 2 persen. Sebaliknya, Kospi Korea Selatan melemah 2,33 persen serta indeks Kosdaq berkapitalisasi kecil yang berfokus pada teknologi turun 1,24 persen, sementara S&P/ASX 200 Australia naik 1,39 persen. Perdagangan di Amerika Serikat pada hari Rabu memperlihatkan para investor tengah menyesuaikan diri dengan hasil pemilu yang menunjukkan Partai Demokrat berhasil merebut kendali Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat dengan mayoritas yang nyaman di kedua kamar tersebut, serta memenangkan sejumlah kursi gubernur.

Saham sektor diskresioner konsumen seperti Walmart turut memimpin penguatan pada hari Rabu dengan kenaikan lebih dari 3 persen pada sesi reguler. Pada saat yang sama, saham-saham yang berkaitan dengan pembangunan pusat data, seperti CoreWeave, mengalami penurunan di tengah kekhawatiran adanya penolakan terhadap industri tersebut menyusul hasil pemilihan di berbagai negara bagian. Sebagai contoh, di Texas, politikus Demokrat Gina Hinojosa memenangkan pemilihan gubernur setelah menyerukan pembatasan yang lebih ketat terhadap pengembangan pusat data.

Kendati demikian, pengelola portofolio di Tandem Investment Advisors, Jordan Watson, menyatakan bahwa reli besar dan rotasi menjauh dari saham-saham kecerdasan buatan tersebut berpotensi bersifat sementara. “Kami mungkin akan menghadapi lebih banyak volatilitas saat para investor mencerna hasil pemilu dan potensi implikasi kebijakannya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perdagangan saham hari Rabu tersebut tidak bisa dipandang sebagai sinyal aman, melainkan sebagai seruan untuk bersikap rasional terhadap besarnya modal yang menggelontor ke dalam pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan dan apakah investasi tersebut mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang diharapkan investor.

Menjelang perdagangan hari Kamis, para pelaku pasar akan memantau rilis data klaim pengangguran mingguan, sementara laporan penggajian non-pertanian atau nonfarm payrolls untuk bulan Oktober dijadwalkan terbit pada hari Jumat. Dari sisi laporan laba perusahaan, Tapestry, Kimberly-Clark, dan ConocoPhillips dijadwalkan mengumumkan kinerjanya pada pagi hari, yang kemudian disusul oleh Airbnb dan Akamai pada sore harinya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *