Sport

Kanada Tundukkan Inggris Dua Kali Beruntun di WXV Series

Kanada Tundukkan Inggris Dua Kali Beruntun di WXV Series

Tim rugby putri Inggris harus menelan kekalahan 31-22 dari Kanada dalam laga WXV Series di Ottawa, yang membuat mereka menderita kekalahan beruntun untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Hasil ini melengkapi kemenangan seri 2-0 bagi Kanada setelah sebelumnya mereka juga menaklukkan Inggris pekan lalu di Toronto.

Pertandingan Ketat di Ottawa

Kanada mencetak lima tries berbanding tiga tries milik Inggris, termasuk hat-trick dari kapten Sophie de Goede. Kemenangan ini menyusul hasil positif Kanada pekan sebelumnya di Toronto yang menghentikan rekor 41 pertandingan tak terkalahkan tim Red Roses, serta hasil imbang 26-26 di Exeter pada September lalu.

Inggris sebenarnya memulai pertandingan dengan menjanjikan ketika Maddie Feaunati mencetak try dari jarak dekat saat laga belum berjalan 10 menit. Namun, Kanada membalas lewat Julia Omokhuale dan De Goede untuk memimpin 12-7 saat turun minum.

Zoe Harrison mencetak penalti di awal babak kedua sebelum Inggris membalikkan keadaan melalui driving maul yang diselesaikan oleh Amy Cokayne. Akan tetapi, De Goede kembali membawa Kanada unggul tiga menit berselang dan melengkapi hat-trick-nya selepas tanda satu jam pertandingan, sebelum Savannah Bauder memperlebar jarak bagi Kanada. Emma Sing kemudian mencetak try hiburan bagi Inggris pada menit ke-80.

Pelatih kepala Inggris, John Mitchell, menyatakan bahwa timnya membutuhkan stimulus baru setelah menderita kekalahan beruntun dalam satu tahun kalender untuk pertama kalinya sejak 2016. Menurut Mitchell, timnya mungkin menjadi sedikit mudah ditebak dan kurang dalam hal eksekusi pada momen-momen penting menghadapi tim-tim terbaik dunia.

Kendala TMO dan Performa De Goede

Mitchell menyoroti tidak adanya koneksi ke *television match official* (TMO) sebagai salah satu titik balik pertandingan. Memasuki 20 menit terakhir dengan kedudukan 19-17 untuk keunggulan Kanada, winger Inggris Jess Breach sempat melakukan intersepsi, tetapi dianulir karena dianggap *offside* sebelum Kanada mencetak try keempat.

“Pertandingan berpotensi membutuhkan standar yang lebih baik dengan TMO,” ujar Mitchell seperti dilaporkan BBC Sport, sembari menegaskan bahwa para pemain layak mendapatkan keputusan berkualitas dalam pertandingan yang sangat berarti.

Di sisi lain, Sophie de Goede kembali menunjukkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia setelah sebelumnya dinobatkan sebagai pemain terbaik tahun ini. Penampilan serbabisa diperlihatkan oleh De Goede di Ottawa, mulai dari menjadi pelari pendukung, memanfaatkan bola liar, hingga mencetak try klasik dari maul, serta sukses mengeksekusi tendangan.

Selanjutnya, juara dunia Inggris akan menghadapi Amerika Serikat di New Jersey pada Jumat mendatang demi menghindari tiga kekalahan beruntun untuk pertama kalinya sejak 2013.

Sumber: BBC Sport

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *