Daftar Isi
Penyerang klub Liga Spanyol kasta kedua Tenerife, Jesus de Miguel, meninggal dunia pada usia 30 tahun akibat cedera parah yang dialaminya dalam pertandingan melawan FC Andorra pada Senin lalu. Pemain asal Spanyol tersebut mengembuskan napas terakhir pada Selasa pukul 07.00 GMT setelah kondisi kesehatannya memburuk.
De Miguel menderita cedera di bagian kepala dan dada setelah mengalami benturan keras dengan penjaga gawang FC Andorra, Jesus Owono. Insiden itu terjadi pada menit ketujuh masa perpanjangan waktu saat pertandingan berkedudukan imbang 2-2. Kondisi De Miguel sempat dinyatakan stabil namun serius pada hari Senin, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia keesokan harinya.
Penyelidikan Kepolisian dan Kronologi Insiden
Insiden bermula ketika Owono berlari ke arah lingkaran tengah lapangan untuk membuang bola lambung, lalu lututnya menghantam De Miguel. Penyerang Tenerife tersebut terkapar tak bergerak di lapangan Estadio Heliodoro Rodriguez Lopez sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans. Media Spanyol, Marca, melaporkan bahwa De Miguel sempat mengalami henti jantung di dalam ambulans dan berhasil diresusitasi oleh petugas medis dalam perjalanan.
Atas pelanggaran berat tersebut, wasit memberikan kartu merah langsung kepada Owono dan menghentikan pertandingan. Owono, yang memiliki lebih dari 30.000 pengikut di Instagram pada Selasa pagi, telah menonaktifkan akun media sosialnya usai kejadian tersebut.
Seperti dilaporkan Reuters, pihak kepolisian di Spanyol telah membuka penyelidikan atas dugaan tindak pembunuhan tidak sengaja (involuntary manslaughter). Berdasarkan hukum Spanyol, setiap kematian yang dikategorikan tidak wajar secara otomatis memicu penyelidikan yudisial.
Dukungan Psikologis dan Duka Sepak Bola Spanyol
Pihak klub Tenerife menyampaikan belas sungkawa mendalam atas kepergian pemainnya. “Hancur luluh, dengan rasa mengganjal di tenggorokan dan tak percaya bahwa ini benar terjadi,” tulis pihak Tenerife. Klub menambahkan bahwa tidak ada kata-kata yang dapat meringankan kesedihan mendalam yang dirasakan keluarga, kerabat, serta seluruh pendukung tim.
Presiden Tenerife, Felipe Minambres, menyatakan bahwa para pemain dan pasangan mereka membutuhkan bantuan profesional untuk menghadapi trauma akibat insiden ini. Minambres menyebutkan bahwa klub telah mulai menerima penawaran bantuan psikologis dan sangat membutuhkan dukungan dari para penggemar.
Pihak FC Andorra juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan rasa terkejut dan belas sungkawa kepada keluarga De Miguel. Klub tersebut menyediakan layanan bantuan psikologis bagi para pemain dan staf pelatih mereka yang terdampak secara emosional. Mantan bek Barcelona yang juga pemilik sebagian saham FC Andorra, Gerard Pique, turut menyampaikan rasa duka melalui pernyataan pribadinya.
Gelombang duka juga disampaikan oleh Presiden La Liga Javier Tebas, mantan klub De Miguel yakni Castellon, hingga bintang sepak bola dunia seperti Kylian Mbappe dan Lionel Messi. Menyusul kejadian ini, Federasi Sepak Bola Spanyol memutuskan untuk menunda sejumlah pertandingan Piala Raja Spanyol yang dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa, termasuk dua laga putaran pertama Copa del Rey putra dan laga Copa del Reina antara Espanyol melawan AS Celtas.
Karier dan Warisan De Miguel
De Miguel lahir di Madrid dan mengawali karier profesionalnya di Leganes pada tahun 2015. Sepanjang kariernya di Spanyol, ia pernah membela delapan klub berbeda, termasuk Lugo Fuenlabrada, Internacional Madrid, Union Adarve, Navalcarnero, dan Unionistas.
Pada tahun 2023, ia bergabung dengan Castellon dan mencetak 16 gol yang membantu klub tersebut meraih promosi ke divisi dua Liga Spanyol. De Miguel kemudian menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama Tenerife pada 2025 dan berhasil mencatatkan 11 gol dalam 29 penampilan. De Miguel meninggalkan seorang putri bernama Carla de Miguel Fernandez yang lahir pada tahun 2025.
Sumber: BBC News








