Sejumlah jaringan supermarket di Belgia, Estonia, Irlandia, Luksemburg, dan Swedia mengalami gangguan pada sistem lemari pembeku mereka akibat dugaan serangan siber pada Senin. Insiden ini mirip dengan peretasan yang terjadi di Prancis tiga minggu sebelumnya, ketika pihak tak dikenal mengambil alih kendali sistem pendingin dan menaikkan suhunya hingga merusak bahan makanan segar serta beku.
Daftar Toko yang Terdampak di Berbagai Negara
Di Swedia, jaringan ritel ICA dan Coop melaporkan adanya gangguan pada sejumlah toko mereka. Juru bicara ICA, Helena Johansson, menyampaikan bahwa perusahaan sedang menyelidiki penyebab serta skala dampak dari peristiwa tersebut. Sementara itu, juru bicara Coop, Carlos Cancino, menjelaskan kepada kantor berita AFP bahwa fasilitas pendingin di enam dari sekitar 800 gerai mereka sempat mati total atau mengalami kendala sebagian.
Perusahaan ritel asal Belanda, Ahold Delhaize, menyatakan bahwa insiden teknologi informasi pada malam hari telah memengaruhi sistem pembeku di beberapa toko mereka yang berlokasi di Belgia dan Luksemburg. Gangguan senada juga menimpa jaringan Carrefour, Intermarché, dan Spar. Juru bicara Carrefour Belgia, Mich Vergauwen, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut murni merupakan serangan siber.
Menanggapi kejadian ini, kejaksaan Belgia telah membuka penyelidikan kriminal resmi untuk mengusut pelaku peretasan, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters. Di saat yang sama, penyiar publik Irlandia RTE mengabarkan sebanyak 13 supermarket di negara tersebut ikut terdampak.
Suhu Pendingin Dinaikkan Secara Jarak Jauh
Sama seperti insiden pada 12 Oktober lalu, gangguan kali ini memaksa para pengelola toko membuang produk-produk yang telah membusuk. Di salah satu gerai ICA Kvantum di Sjobo, Swedia bagian selatan, suhu sistem pendingin diketahui diubah secara jarak jauh hingga melonjak ke angka 50 derajat Celsius.
Kepala Pusat Keamanan Siber Nasional Swedia, John Billow, menuturkan kepada Reuters bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi mendalam. Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir terdapat banyak perangkat teknologi operasional di Swedia yang terkespos dan membutuhkan penambalan celah keamanan atau pembaruan sistem secara mendesak.
Perangkat teknologi operasional yang rentan tersebut mencakup berbagai fasilitas teknis, mulai dari mesin pendingin, sistem pemanas, kamera pengawas, hingga jaringan alarm. Berbagai peralatan yang dulunya beroperasi secara mekanis kini dihubungkan dan dikontrol secara jarak jauh, sehingga membuka celah baru bagi peretas untuk mengeksploitasi kelemahan sistem.
Komisioner Eropa untuk Pertanian dan Pangan, Christophe Hansen, menilai rangkaian serangan ini sebagai upaya sengaja untuk mengacaukan rantai pasokan makanan di kawasan Eropa. Ia menegaskan bahwa meskipun ketahanan pangan secara umum belum terancam, dampak finansial bagi pelaku usaha dan jumlah makanan yang terbuang sangat nyata.
Juru bicara Komisi Eropa menambahkan bahwa insiden-insiden ini memperlihatkan bagaimana kejahatan siber dapat melumpuhkan layanan publik, merugikan sektor bisnis, dan secara langsung memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.







