Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pemilihan umum sela mendatang merupakan yang paling krusial dalam masa hidup warga negara tersebut. Menjelang pemungutan suara, ia memberikan label berbahaya kepada para kandidat dari Partai Demokrat.
Pernyataan Trump dan Reaksi Demokrat
Dalam keterangannya pada Senin, Trump berupaya merendahkan ekspektasi para pendukungnya dengan menyebut bahwa seorang presiden yang sedang menjabat biasanya tidak pernah memenangi pemilu sela. Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa Partai Republik telah berjuang dengan sangat maksimal dalam kontestasi ini.
Trump menyebutkan bahwa pihak Demokrat telah mengusung daftar kandidat yang paling ekstrem dan berbahaya sepanjang sejarah negara. Menanggapi tudingan tersebut, pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, melontarkan kritik keras melalui akun media sosial X miliknya dengan menyebut pesan penutup Trump sebagai sesuatu yang menyedihkan di tengah berbagai masalah.
Sementara itu, Mahkamah Agung AS menolak upaya terakhir Trump untuk memblokir dua puluh ribu surat suara di California. Pemungutan suara untuk menentukan kendali Kongres demi sisa masa jabatan Trump dijadwalkan berlangsung pada 3 November.
Isu Utama dan Lanskap Politik
Jutaan pemilih akan mendatangi tempat pemungutan suara dengan isu lonjakan biaya hidup dan harga energi akibat perang yang dipimpin Trump di Iran sebagai sorotan utama. Trump berharap para pemilih menyadari risiko besar apabila Iran memiliki senjata nuklir. Di sisi lain, harga minyak mentah mengalami penurunan signifikan seiring langkah AS dan Iran yang kembali melanjutkan perundingan untuk mengakhiri perang.
Pemilu sela ini dinilai luas sebagai bentuk referendum terhadap berbagai kebijakan yang dijalankan oleh presiden AS saat ini. Partai Demokrat diprediksi mampu merebut kembali kendali Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Republik, sementara persaingan untuk memperebutkan Senat berlangsung sangat ketat.
Hasil dari pemilihan umum ini dipastikan akan memengaruhi strategi jangka panjang dari kedua belah partai menjelang pemilihan presiden pada tahun 2028.








