Senator Amerika Serikat asal Connecticut, Chris Murphy, harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami stroke. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh kantornya pada Minggu.
Kondisi dan Perjalanan Karier Politik
Politikus berusia 53 tahun itu mulai menjabat sebagai anggota Senat sejak 2013, setelah sebelumnya menghabiskan waktu selama enam tahun di DPR. Meskipun tidak menghadapi pemilihan ulang pada hari Selasa, Murphy diketahui aktif berkeliling negara untuk mendukung para kandidat dari Partai Demokrat dengan mengunjungi sejumlah wilayah seperti Michigan, Minnesota, serta Florida. Rencana perjalanannya ke New Hampshire pada hari Minggu untuk berkampanye bersama kandidat Senat Demokrat, Chris Pappas, terpaksa dibatalkan.
Namanya kerap diperhitungkan sebagai kandidat potensial presiden untuk pemilihan tahun 2028 sekaligus dikenal sebagai penggalang dana yang aktif bagi partainya. Murphy mendapatkan sorotan nasional berkat perjuangannya mendorong aturan pengendalian kepemilikan senjata api yang lebih ketat pasca insiden penembakan Sandy Hook di negara bagian asalnya. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pengecam keras kebijakan Presiden Donald Trump, serta menentang perang di Iran dan kebijakan deportasi dari Gedung Putih.
Kasus Serupa di Senat Amerika Serikat
Kejadian yang menimpa Murphy menambah daftar panjang anggota senator aktif yang mengalami stroke dalam beberapa tahun terakhir. Senator Demokrat asal New Mexico, Ben Ray Luján, dan Chris Van Hollen dari Maryland masing-masing pernah menderita stroke pada 2022. Senator John Fetterman dari Pennsylvania juga mengalami kondisi serupa sesaat sebelum pemilihan pendahuluan Senat dari Partai Demokrat di negara bagiannya.
“Thinking of my great friend & colleague, Chris Murphy. I know how fiercely he fights & I’m certain I’ll be welcoming him back to the Senate soon,” tulis rekan sesama senator dari Connecticut, Richard Blumenthal, melalui akun X miliknya pada hari Minggu.
Sumber: US Top News and Analysis







