Fitur pengisian daya bolak-balik atau Vehicle-to-Home (V2H) pada kendaraan listrik yang dirancang untuk memasok listrik ke rumah saat terjadi pemadaman dinilai masih memiliki keterbatasan teknis. Sebagian besar pabrikan otomotif saat ini merancang fitur tersebut hanya untuk mode pengosongan daya searah, tanpa memungkinkan pengisian ulang baterai mobil dari sumber listrik darurat seperti panel surya.
Keterbatasan Layanan dari Pabrikan Kendaraan
Seperti dilaporkan jefftk.com, dokumentasi GM V2H Bundle menunjukkan bahwa sistem GM Energy Home Hub akan memutuskan sambungan rumah dari jaringan umum saat pemadaman listrik dan menyalurkan daya dari inverter kendaraan ke rumah. Kendati demikian, setelah jaringan listrik kembali pulih, kendaraan secara otomatis menghentikan sesi pengosongan daya dan mulai mengisi ulang baterai, tanpa adanya opsi untuk melakukan pengisian ulang baterai mobil selama masa pemadaman terjadi.
Kondisi serupa terjadi pada Ford. Meski fitur penyalur daya rumah otomatis sempat menjadi nilai jual utama dalam promosi F-150 Lightning, perangkat Ford Charge Station Pro yang diperlukan untuk fitur pengosongan daya otomatis tersebut saat ini sudah tidak lagi dijual. Opsi V2H yang tersedia bagi pengguna Ford saat ini hanya melalui sakelar pemindah (transfer switch), yang tidak mendukung pengisian daya baterai kendaraan saat pemadaman.
Sementara itu, penggunaan pengisi daya Quasar 2 dari Wallbox pada kendaraan Kia juga mengalami hambatan. Fitur V2H pada perangkat tersebut masih menemui kendala praktis bagi konsumen di lapangan dan belum dapat digunakan pada model kendaraan yang ada saat ini. Selain itu, sistem pengisian daya tenaga surya pada perangkat tersebut tidak dapat dioperasikan secara bersamaan dengan mode V2H.
Opsi Alternatif dan Rencana Pengembangan
Saat ini, opsi yang mendukung pengisian ulang baterai kendaraan dari panel surya berstandar UL 1741 saat terjadi pemadaman listrik baru tersedia melalui kombinasi Tesla Powershare dan Cybertruck. Kendati demikian, skema tersebut membutuhkan biaya yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan opsi pemasangan baterai cadangan rumah independen seperti Enphase 10C.
Produsen peralatan energi Enphase merencanakan produksi massal pengisi daya EV bidireksional pada kuartal keempat 2026. Namun, fungsionalitas dan kompatibilitas perangkat tersebut masih sangat bergantung pada kesiapan produsen otomotif, pembaruan perangkat lunak kendaraan, serta standar regulasi yang berlaku.
Mengingat potensi penundaan komersialisasi hingga 2027 serta keharusan membeli kendaraan listrik baru berfitur khusus, penggunaan baterai cadangan skala kecil khusus darurat menjadi opsi yang lebih realistis untuk memenuhi kebutuhan listrik cadangan dalam waktu dekat.
Sumber: Hacker News: Front Page








