Dunia

Kanada Hentikan Program Anjing Penyelamat di Pegunungan

Kanada Hentikan Program Anjing Penyelamat di Pegunungan

Kanada memutuskan untuk menghentikan program anjing penyelamat di kawasan Pegunungan Rocky yang berbatu. Kebijakan ini menuai kecaman luas dari publik serta kekhawatiran terkait keselamatan.

Pemangkasan Anggaran dan Penghapusan Pos

Scott Ward, mantan pawang anjing yang telah pensiun pada usia 73 tahun, menghabiskan waktu selama 17 tahun bekerja di Taman Nasional Banff. Ia menceritakan bagaimana anjing-anjing terlatih kerap menemukan anak-anak yang tersesat atau menyelamatkan pendaki yang mengalami hipotermia parah di lereng curam. Program penyelamatan tersebut secara bertahap dikurangi hingga menyisakan satu posisi pawang saja sebelum akhirnya Parks Canada mengumumkan penghentian total program ini.

Pemerintahan Perdana Menteri Mark Carney memberlakukan pemangkasan anggaran besar-besaran pada layanan publik Kanada, yang berdampak pada pemutusan hubungan kerja ratusan karyawan Parks Canada dalam waktu dekat. Dilaporkan oleh BBC News, lembaga tersebut menyebut keputusan untuk menghapus satu-satunya posisi pawang anjing di Taman Nasional Banff sebagai keputusan yang sulit. Kawasan tersebut dikenal sangat terjal dan dikunjungi lebih dari empat juta wisatawan setiap tahun.

Parks Canada menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya modernisasi cabang penegakan hukum mereka, seraya memastikan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan akan terus berjalan melalui metode lain. Penghentian satu posisi tunggal ini memicu kemarahan publik, dengan lebih dari lima ribu orang menandatangani petisi sejak hari Selasa untuk mendesak pengembalian program tersebut.

Reaksi Politisi dan Peran Anjing Penyelamat

William Stevenson, anggota parlemen dari Partai Konservatif untuk wilayah Banff yang menginisiasi petisi, menyatakan dukungannya terhadap pengetatan anggaran pemerintah, tetapi menilai pemangkasan ini dapat membahayakan keselamatan publik. Ia mempertanyakan alasan di balik pemilihan lokasi pemangkasan tersebut dalam wawancaranya dengan BBC News, sementara pihak BBC juga telah meminta keterangan dari Parks Canada mengenai biaya operasional program pencarian dan penyelamatan menggunakan anjing tersebut.

Selama 55 tahun, pemerintah memanfaatkan anjing penyelamat di Pegunungan Rocky yang dilatih untuk mendeteksi berbagai hal, mulai dari klip kertas kecil, selongsong peluru, hingga tubuh manusia. Saat musim dingin, anjing-anjing tersebut diandalkan untuk mencari pendaki atau pemain ski yang tertimbun salju tebal akibat longsor. Menurut Ward, kehadiran anjing-anjing ini menghemat waktu berjam-jam pencarian manual serta menghindarkan petugas dari risiko bahaya longsor susulan.

Ketika musim panas tiba, mereka membantu menemukan anak-anak yang tersesat setelah berjalan jauh dari lokasi perkemahan orang tua mereka. Negara-negara lain seperti Italia dilaporkan masih mengandalkan anjing untuk misi pencarian dan penyelamatan di pegunungan. Anjing terakhir dalam program Parks Canada, seekor gembala Jerman bernama Leroy, telah memasuki masa pensiun pada bulan Agustus.

Selama tujuh tahun bertugas, Leroy membantu melacak 156 orang, menemukan 57 pendaki yang tersesat di alam liar, serta membantu mengungkap dua kasus pembunuhan di Banff. Seekor anjing baru sebenarnya telah selesai dilatih dan siap bertugas sebelum Parks Canada mengumumkan penghapusan program tersebut sebagai bagian dari pemotongan anggaran senilai 145 juta dolar Kanada atau sekitar Rp1,6 triliun, seperti dilaporkan oleh surat kabar lokal Rocky Mountain Outlook.

Stevenson turut mengangkat permasalahan ini dalam sidang parlemen pada hari Kamis. Menanggapi hal tersebut, Ryan Turnbull selaku sekretaris parlemen untuk bidang keuangan dari Partai Liberal menyatakan bahwa pemerintah fokus menekan defisit Kanada serta memastikan dana publik mendukung pertumbuhan, ketahanan, dan kesejahteraan warga.

Stevenson menegaskan akan terus memperjuangkan isu ini dan telah meminta agenda pertemuan khusus dengan Direktur Utama Parks Canada. Sementara itu, Ward berharap program tersebut dapat segera dihidupkan kembali dengan mengenang perkataan pelatih lamanya bahwa tidak ada teknologi yang dapat menggantikan penciuman tajam seekor anjing penyelamat.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *