Kementerian Perdagangan menyiapkan tiga program unggulan guna memacu kinerja perdagangan nasional yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam ajang CNBC Indonesia Awards 2026: Best Consumer pada Kamis (29/10/2026).
Adapun tiga agenda prioritas yang diusung pemerintah meliputi Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, serta pilar Dari Lokal untuk Global. Di luar ketiga program utama tersebut, Kemendag juga memperkenalkan inisiatif Pilihan Busan hasil kurasi tim internal yang dipajang di area kantor kementerian hingga ruang kerja menteri agar dapat disaksikan oleh para tamu yang berkunjung.
Penguatan Pasar Domestik dan Ekspansi Ekspor
Dalam memicu program pengamanan pasar domestik, Budi menjelaskan bahwa pihaknya berfokus meningkatkan kegiatan promosi dan memperkuat daya saing komoditas nasional. Langkah ini ditempuh agar produk buatan dalam negeri mampu mendominasi pasar serta menjadi pilihan utama masyarakat.
Sementara itu, ekspansi pasar ekspor dipacu melalui perundingan kesepakatan dagang, penanganan berbagai kendala perdagangan dengan negara mitra, digitalisasi atau otomatisasi Surat Keterangan Asal (SKA), hingga promosi dagang yang berkelanjutan. Menurut keterangannya, Indonesia saat ini telah mengantongi 25 perjanjian perdagangan internasional, sedangkan 13 perjanjian lainnya masih berada dalam tahap perundingan.
Pengembangan UMKM dan Program Campuspreneur
Pada pilar Dari Lokal untuk Global, program difokuskan pada empat klaster utama, yakni UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor), Desa BISA Ekspor, Kemitraan UMKM, serta Campuspreneur. Melalui UMKM BISA Ekspor, pemerintah mendampingi para pelaku usaha kecil agar mampu menembus pasar luar negeri dengan memanfaatkan jaringan atase perdagangan di 33 negara untuk memfasilitasi pencocokan bisnis (business matching) dengan pembeli internasional.
Selain sektor UMKM, Kementerian Perdagangan juga menggulirkan program Campuspreneur demi mendongkrak rasio kewirausahaan nasional. Inisiatif ini memberikan bantuan pengembangan bisnis bagi kalangan mahasiswa, mencakup akses pemasaran, dukungan ekspor, hingga pembinaan UMKM berkolaborasi dengan perguruan tinggi mitra. Sebanyak 25 universitas tercatat telah berpartisipasi dalam program ini.
“Kami berharap sejak kuliah mereka sudah usaha, dan ketika lulus sudah bisa membuka lapangan pekerjaan,” jelas Budi.







